Gallup Sebut Peringkat Kebahagiaan AS Turun ke Titik Terendah

Jumat, 21 Mar 2025, 09:00 WIB

Ankara - Peringkat kebahagiaan Amerika Serikat melorot dan mencatat tingkat terendah dalam sejarah, menurut Laporan Kebahagiaan Dunia 2025.

Peringkat negara yang dipimpin Presiden Donald Trump itu turun ke posisi ke-24 dari posisi ke-23 pada 2023.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Data tersebut dirilis pada Rabu (19/3) oleh lembaga riset Gallup dan mitra penelitiannya.

Laporan tahunan itu menilai tingkat kebahagiaan di 147 negara berdasarkan survei pada 2022-2024.

Pengukuran dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap kehidupan sehari-hari yang dinilai sendiri oleh para responden, yang menyoroti pengaruh koneksi sosial, kepercayaan, dan ikatan komunitas terhadap kesejahteraan.

Finlandia kembali ditetapkan sebagai negara paling bahagia di dunia selama delapan tahun berturut-turut, sementara Meksiko dan Kosta Rika masuk dalam 10 besar untuk pertama kalinya sejak laporan itu dirilis pertama kali pada 2012.

Para peneliti mengaitkan turunnya peringkat AS tersebut dengan meningkatnya isolasi sosial dan polarisasi politik.

Laporan itu mencatat bahwa satu dari empat warga AS mengaku kian sering makan sendirian sepanjang 2023. Angka itu meningkat 53 persen dibandingkan 2003.

Data menunjukkan bahwa makan bersama berkontribusi pada tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, sehingga kecenderungan ini menjadi perhatian serius.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa meningkatnya pola pemilih anti-sistem di AS dan beberapa bagian Eropa berkorelasi dengan menurunnya tingkat kebahagiaan dan kepercayaan sosial.

Sementara itu, peringkat Meksiko dan Kosta Rika mengalami peningkatan signifikan.

Para peneliti mengaitkan hal itu dengan ukuran rumah tangga yang lebih besar dan hubungan keluarga yang lebih erat.

Laporan itu menyoroti bahwa masyarakat Amerika Latin, yang umumnya memiliki keluarga lebih besar, dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sebagai perbandingan, 23 persen rumah tangga di Eropa hanya dihuni oleh satu orang, sementara di Meksiko angkanya hanya 11 persen.

Penelitian itu juga menemukan bahwa orang yang tinggal dalam keluarga beranggotakan empat hingga lima orang melaporkan tingkat kepuasan hidup tertinggi.

Kepercayaan sosial juga diidentifikasi sebagai faktor utama yang memengaruhi kebahagiaan.

Laporan itu merujuk pada kajian Gallup pada 2019, ketika para responden ditanya apakah mereka percaya dompet yang hilang akan dikembalikan jika ditemukan oleh orang lain.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang cenderung meremehkan kemungkinan dompet mereka dikembalikan, meski eksperimen secara nyata menunjukkan tingkat pengembalian yang jauh lebih tinggi.

Negara-negara Nordik seperti Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Swedia tidak hanya menempati peringkat tertinggi dalam kebahagiaan, tetapi juga dalam kepercayaan sosial, termasuk kemungkinan dompet yang hilang dikembalikan.

John F. Helliwell, ekonom dari Universitas British Columbia dan salah satu editor pendiri dalam laporan ini, menekankan pentingnya kepercayaan dalam masyarakat.

Menurut dia, data mengenai dompet yang hilang menjadi bukti kuat bahwa orang merasa jauh lebih bahagia ketika mereka percaya bahwa orang lain peduli terhadap mereka.

Dalam daftar negara paling bahagia, Finlandia menempati peringkat pertama, diikuti oleh Denmark, Islandia, Swedia, dan Belanda.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.