Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UI Ungkap Aset Bersejarah Depok Lama

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
UI Ungkap Aset Bersejarah Depok Lama Doc: Antara
Ket. Dekan Fakultas Teknik UI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan.

Depok - Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan IPB University dan Universitas Trisakti serta lembaga luar negeri Heritage Hands-On dan Rijksdienst voor het Cultureel Erfgoed, the Netherlands (RCE) menerbitkan buku berjudul "Menyingkap Potensi Aset Bersejarah Depok Lama".

Buku hasil lokakarya “Metode Pemindaian Cepat Lanskap Perkotaan Bersejarah dengan Studi Kasus Depok Lama” ini diterbitkan UI Publishing pada 2025.

Dekan Fakultas Teknik UI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, di Depok, Jumat, menyebutkan Depok Lama adalah bagian dari sejarah kota yang memiliki nilai arsitektural dan budaya tinggi.

Oleh karena itu, Depok Lama harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan agar dapat menjadi ikon bersejarah yang tidak hanya memperkuat identitas kota, tetapi juga membawa manfaat ekonomi melalui pariwisata budaya.

“Untuk mewujudkan struktur perkotaan yang konsisten, baik secara bendawi maupun tak benda, visi dan prinsip hasil lokakarya perlu diuraikan dengan kerja sama semua pemangku kepentingan, sehingga strategi dan rencana sesuai dengan visi dan prinsip yang berlaku," katanya.

Dengan demikian, kegiatan di area tersebut akan saling melengkapi dan meningkat kualitasnya, sehingga Depok Lama dapat menjadi aset penting bagi Kota Depok.

Penulisan buku tersebut melibatkan tim yang terdiri atas peserta lokakarya dan fasilitator, yaitu M. Shalahuddin Al Ayyubi, Vera D. Damayanti, Hasti Tarekat, Melana Effendi, Erisca Febriani, Sumaiyah Fitriandini, Arfianty Hutuba, Erna Meutia, Andhi Seto Prasetyo, Jacqueline Rosbergen, Luki Safriana, Daffa Shiddiq, Peter Timmer, Mukti Teguh Wijaya, dan Punto Wijayanto.



Prof. Kemas dan tim mengulas aset bersejarah Depok Lama yang berpotensi untuk dikembangkan.

Ulasan tersebut disampaikan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan Metode Pemindaian Cepat Lanskap Perkotaan Bersejarah atau Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Method.

Ulasan dimulai dengan pembahasan aspek sejarah, gambaran Kota Depok, seperti tata letak dan tipologi, hingga proposal untuk perspektif masa depan.

Mantan Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut Pemerintah Kota Depok menyadari bahwa nilai sejarah kota merupakan aset penting yang perlu dijaga.

“Kami merasa nilai sejarah yang terkandung dalam lanskap Kota Depok seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat Depok secara khusus. Kami berharap hasil lokakarya ini dapat menjadi contoh bagi pemerintah kota lain dalam mengelola lanskap bersejarah kota mereka,” kata Idris.

Depok Lama masih menyimpan elemen-elemen lanskap bersejarah yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kota modern.



Menurut perwakilan dari IPB University Vera D. Damayanti, pendekatan restorasi dan pelestarian harus mempertimbangkan keaslian arsitektur lokal dan tatanan lanskap sejarah, sehingga keunikan karakternya terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi inovasi yang relevan dengan kebutuhan kota masa kini.

Hasil lokakarya di Depok Lama memberikan beberapa usulan yang inspiratif tentang berbagai bentuk pengembangan yang mungkin dapat dikerjakan dalam kawasan.

Perwakilan RCE Peter Timmer dan Jacqueline Rosbergen mengatakan hasil ini mungkin tidak memberikan solusi final, tetapi menunjukkan langkah awal dalam menciptakan pendekatan terpadu yang dipandu oleh warisan budaya, berbasis masyarakat, dan terintegrasi dengan masa depan Depok Lama.

Hingga saat ini Depok Lama masih dikenal melalui elemen arsitektur dan fitur perkotaan.

Namun, Punto Wijoyanto dari Universitas Trisakti melihat elemen tersebut perlahan menghilang karena mengalami kerusakan dan kekurangan koherensi yang parah sehingga tidak dapat dirasakan sebagai suatu kota yang koheren.

Oleh sebab itu, keberhasilan menjaga dan mengembangkan Depok Lama sebagai aset bersejarah sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

 

Hasti Tarekat dari Heritage Hands-On menekankan pentingnya pelibatan komunitas lokal dalam pelestarian untuk membangun rasa memiliki dan menciptakan kolaborasi yang lebih kuat dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.