ASDP dan Pemkab Banyuwangi siapkan zona penyangga selama arus mudik
Selasa, 11 Mar 2025, 23:25 WIBBanyuwangi, 11/3 - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mempersiapkan zona penyangga atau buffer zone bagi pemudik selama arus mudik Lebaran 2025.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Selasa, mengemukakan puncak arus mudik berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga diprediksi akan terjadi kepadatan di penyeberangan Gilimanuk (Bali)-Ketapang (Banyuwangi).
"Tahun ini Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dan Hari Nyepi berdekatan, tentu ini akan berdampak terutama arus mudik penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Kami sarankan apabila memungkinkan masyarakat bisa mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan," kata Ipuk.
Hari Raya Idul Fitri 2025 diprediksi jatuh pada 31 Maret, sedangkan Hari Raya Nyepi pada 29 Maret. Untuk menghormati Hari Raya Nyepi, penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi akan ditutup mulai 29 Maret pukul 00:00 WIB dan akan dibuka kembali 30 Maret pukul 06:00 WIB, sedangkan dari Pelabuhan Gilimanuk, akan ditutup mulai 29 Maret pukul 06:00 WITA dan dibuka kembali 30 Maret pukul 06:00 WITA.
Ipuk menyampaikan kepadatan arus kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk itu diperkirakan meningkat karena bersamaan dengan puncak arus mudik yang diprediksi pada 27-28 Maret 2025.
Untuk antisipasi kepadatan arus mudik, lanjut Ipuk, sudah disiapkan sejumlah zona penyangga (buffer zone) sebagai lokasi peristirahatan sementara para pemudik, dan pemerintah daerah juga menyiagakan petugas dan tenaga kesehatan.
"Tempat peristirahatan tersebut bisa dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat dan memulihkan tenaga, tetap jaga stamina dan kesehatan selama perjalanan," kata Bupati Ipuk.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi Nyoman Sudira Atmaja mengatakan ada empat lokasi buffer zone yang disiapkan, yakni lahan parkir ASDP di Desa Bulusan, Terminal Sritanjung, Grand Watu Dodol.
"Apabila tiga lokasi ini masih belum mencukupi, akan diarahkan ke lahan pangan di Desa Bangsring," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Arif
Berita Terkait:
-
Rekayasa Contraflow untuk Mengatasi Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek
-
Pemudik Diimbau Manfaatkan Posko Mudik Bekasi untuk Istirahat
-
Jasamarga: 40.523 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via MBZ pada H-6 Idul Fitri
-
Juni Ini Pembangunan Sekolah Rakyat Tahan Dua Harus Rampung
-
Arus Mudik Melintas di Tol Tangerang-Merak Capai 1,32 Juta Kendaraan
-
Jumlah penumpang di Stasiun Malang saat libur Idul Adha
-
Horor Antrean Gilimanuk Memalukan. Mana Persiapan Arus Mudik? Kata Menhub Arus Mudik Berjalan Baik. Sekarang Saja Antrean Masih 9 KM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.