Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangga! Jepa, Roti Tradisional Khas Mandar Segera Masuk Nominasi Warisan Budaya UNESCO

📅 Senin, 10 Mar 2025, 21:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangga! Jepa, Roti Tradisional Khas Mandar Segera Masuk Nominasi Warisan Budaya UNESCO Doc: ANTARA/HO/Diskominfo Sulbar
Ket. Gubernur Sulbar Suhardi Duka (dua dari kanan) saat melakukan pertemuan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, di Mamuju, Senin (10/3/2025)

MAMUJU – Jepa adalah makanan khas suku Mandar, Sulawesi Barat, yang terbuat dari singkong (ubi kayu) sebagai bahan utama. Jepa memiliki bentuk seperti lempengan pipih dan sering dianggap sebagai "roti tradisional" masyarakat Mandar.

Jepa sudah menjadi makanan pokok masyarakat pesisir Mandar sejak dulu karena bahan-bahannya mudah didapat dan tahan lama. Nama "Jepa" berasal dari bahasa Mandar yang berarti "makanan sehari-hari".

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat mengusulkan Jepa, makanan khas Mandar, menjadi warisan budaya tak benda ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pelaksana Tugas Kepala BPK Wilayah XVIII Muhammad Tang, saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, di Mamuju, Senin (10/3), menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan penetapan Jepa sebagai warisan budaya tak benda untuk kemudian diajukan ke UNESCO.

"Ini penting karena beberapa wilayah di Amerika Utara, seperti Kuba, juga mulai mengusulkan makanan sejenis sebagai warisan budaya dunia," kata Muhammad Tang.

Jepa merupakan makanan tradisional khas Mandar yang terbuat dari singkong dan parutan kelapa yang berbentuk lingkaran dengan tekstur seperti roti.

Makanan ini memiliki aroma khas singkong bakar dan biasanya disajikan bersama ikan teri, ikan terbang dan cumi.

Saat ini, Jepa telah mengalami inovasi dengan tambahan topping pakai gula merah, sehingga menjadikannya semakin banyak diminati.

Dia juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulbar untuk lebih memperhatikan potensi dan warisan budaya yang dimiliki daerah itu.

"Sulbar memiliki banyak potensi dan warisan budaya yang perlu dilestarikan. Kami berharap ada perhatian lebih dari Pemprov Sulbar terhadap potensi budaya yang dimiliki daerah ini," katanya.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII yang mengajukan Jepa sebagai warisan budaya UNESCO.

"Saya mendukung penuh upaya Balai Pelestarian Kebudayaan tersebut. Namun saya juga berharap, tidak hanya Jepa yang diperhatikan, tetapi seluruh warisan budaya Sulbar yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikomersialisasikan," kata Suhardi Duka.

Gubernur menyampaikan budaya merupakan bagian penting dari pariwisata.

Sehingga Suhardi Duka mendorong agar warisan budaya Sulbar tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dipromosikan secara luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.