Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sempat Menurun, Populasi Komodo di TNK Relatif Stabil

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 14:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sempat Menurun, Populasi Komodo di TNK Relatif Stabil Doc: ANTARA
Ket. Seekor Komodo di Loh Liang Pulau Komodo, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LABUAN BAJO - Balai Taman Nasional Komodo (TNK) menyatakan populasi satwa Komodo yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) relatif stabil.

"Populasi biawak Komodo secara alami mengalami fluktuasi sesuai dengan ketersediaan populasi satwa mangsa di alam, dan secara umum populasi biawak Komodo meningkat dalam tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2024 tren populasi biawak Komodo masih dalam rentang stabil," kata Kepala Balai TNK Hendrikus Rani Siga di Labuan Bajo, Jumat (7/3).

Populasi biawak Komodo berdasarkan laporan dari Balai TNK sebanyak 2.897 ekor pada tahun 2018, tahun 2019 sebanyak 3.022 ekor, tahun 2020 sebanyak 3.163 ekor, tahun 2021 sebanyak 3.303 ekor, tahun 2022 sebanyak 3.156 ekor, tahun 2023 sebanyak 3.396 ekor, dan tahun 2024 sebanyak 3.270 ekor.

Hendrikus menjelaskan, walaupun pada tahun 2024 populasi mengalami penurunan, hal tersebut masih dalam kategori relatif stabil.

"Pertumbuhan populasi Komodo akan menyesuaikan dengan daya dukung habitat atau daya dukung alam," katanya.

Ia menambahkan, naik dan turunnya populasi satwa Komodo dalam kawasan konservasi merupakan hal yang wajar terjadi di alam liar.

"Secara alamiah dia (Komodo) akan beradaptasi dengan daya dukung, kalau daya dukung cukup maka populasi dia akan naik, tapi kalau tidak terlalu mendukung maka akan menurun," ujarnya.

Salah satu pendukung naiknya populasi satwa Komodo adalah ketersediaan pakan yang memadai, tingginya keberhasilan anak atau bayi Komodo serta ketersediaan mangsa Komodo.

"Biasanya secara alami Komodo pasti akan beradaptasi dengan daya dukung habitat, dia akan menyesuaikan sehingga seperti grafik populasi yang naik turun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.