PLN Siaga Banjir, Matikan Listrik di Zona Bahaya, Nyalakan Bantuan Evakuasi di Bekasi

Rabu, 05 Mar 2025, 14:25 WIB

JAKARTA – Sejak Senin (3/3), hujan deras menyebabkan banjir parah di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Banjir ini merendam delapan dari total 12 kecamatan di Kota Bekasi, menjadikannya salah satu wilayah yang paling terdampak.

Analisis menunjukkan bahwa topografi wilayah Bekasi yang datar serta sistem drainase yang buruk berkontribusi signifikan terhadap parahnya banjir. Selain itu, perubahan penggunaan lahan yang masif mengurangi area resapan air, memperburuk situasi.

Ket. Foto: Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kanan) ketika mengevakuasi ibu bernama Murni (54) (kiri) dari banjir di Perumahan Nasional 1 Kayuringin Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). — Sumber: ANTARA/ HO-PLN

Pada Rabu (5/3) pagi, beberapa area mulai menunjukkan penurunan genangan air. Jalan Ahmad Yani, yang sebelumnya lumpuh karena banjir, kini sudah dapat dilintasi. Di Mega Mall Bekasi, air yang semula menggenangi area parkir perlahan mulai surut. Meskipun kondisi mulai membaik, warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan selalu memantau informasi terkini dari otoritas setempat.

PT PLN (Persero) mengontrol keamanan jaringan kelistrikan dan ikut membantu evakuasi korban yang terdampak banjir di Bekasi, Jawa Barat. "Saat bencana banjir terjadi, kami siaga untuk membantu warga dan melakukan pengamanan jaringan kelistrikan untuk menjaga keselamatan warga,” ucap Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta, Rabu (5/3).

Darmawan terjun langsung untuk ikut mengevakuasi korban terdampak di Perumahan Nasional 1 Kayuringin Jaya, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (4/3). Darmawan menegaskan komitmen perusahaan dalam membantu warga terdampak banjir dan memastikan keselamatan jaringan kelistrikan.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama terkait penggunaan peralatan listrik dan menghindari bahaya korsleting listrik. “Kami juga bersinergi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi dan menyalurkan bantuan kepada wilayah yang terdampak bencana," ucap Darmawan.?

Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menambahkan jika selalu menghadirkan layanan pengaduan terkait kelistrikan selama 24 jam melalui berbagai saluran, seperti aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, atau kantor unit PLN terdekat. "PLN selalu siagamenerima laporan gangguan kelistrikan kapan saja. Prioritas utama kami adalah keselamatan pelanggan," kata Adi.

Salah seorang korban banjir bernama Lita Nindiasari (40) mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan PLN karena telah mengevakuasi keluarganya. "Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak yang sudah membantu kami. Kondisinya di rumah tadi bersama keluarga yang di sana. Tadi juga dievakuasi menggunakan perahu bersama keluarga," ujarnya.?

Senada, Murni (54) menyebutkan, tim PLN juga membantu evakuasi para lansia dan anak-anak ke tempat yang lebih aman. Sebelum evakuasi, Murni terjebak di dalam rumah tanpa persediaan makanan yang mencukupi.

"Di rumah gak ada air minum, gak ada makanan. Karena saya gak bisa berenang, tadi sempet dibopong sama Pak Darmawan naik perahu," ucapnya.

Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, terdapat tujuh kecamatan yang terdampak bencana banjir. Daerah itu, yakni Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Kecamatan Rawalumbu.

Curah hujan ekstrem sejak Senin (3/3) menyebabkan sungai-sungai meluap dan menggenangi permukiman warga serta beberapa fasilitas umum. Kondisi lapangan per 4 Maret 2025, banjir belum surut dan di beberapa lokasi terdampak mengalami listrik padam. Pihak berwenang masih dalam tahap evakuasi warga dan mendata korban serta fasilitas umum yang terdampak.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.