MPR RI Minta Kampus Andil di Kebijakan Publik
Kamis, 27 Feb 2025, 01:30 WIBJAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menekankan akan pentingnya keterlibatan kampus untuk ambil bagian dalam kebijakan publik agar keputusan yang dikeluarkan pemerintah tepat sasaran dan bermanfaat bagi rakyat.
Menurut dia, keterlibatan kampus dalam kebijakan publik penting karena rekomendasi yang disampaikan berbasis riset dan data ilmiah.
âKebijakan yang berbasis data ilmiah tentu akan lebih tepat sasaran memberi manfaat untuk mereka yang membutuhkan, khususnya kelompok miskin dan tidak mampu,â kata Eddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (26/2).
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dengan tema âUrgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklimâ di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Dia menilai salah satu urgensi kebijakan berbasis data yang akurat diperlukan untuk kebijakan terkait subsidi LPG 3 kg yang saat ini masih banyak diakses oleh kalangan yang mampu, mulai dari, kafe, restoran, orang kaya, hingga artis.
Menurut dia, penggunaan itu salah sasaran karena LPG 3 kg seharusnya hanya digunakan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat tidak mampu.
Untuk itu, dia menyebut pemerintah saat ini terus berupaya membenahi kebijakan subsidi LPG 3 kg agar penggunaannya tepat sasaran. âKarena itu MPR mendorong keterlibatan kampus dalam memastikan subsidi ini tepat sasaran dengan berbasis data ilmiah,â ujarnya.
Dia juga mendorong kampus untuk berperan lebih banyak dalam kebijakan transisi menuju energi terbarukan.
âPenting agar inovasi-inovasi bidang energi terbarukan yang dihasilkan kampus diperluas skalanya menjadi level kebijakan,â ucapnya.
Sebab meskipun belum mandiri, dia menilai Indonesia saat ini memiliki ketahanan energi yang relatif mapan sehingga perlu untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan.
âYang perlu dilakukan adalah meningkatkan penggunaan energi terbarukan di satu sisi, dan di sisi lain berupaya menurunkan penggunaan energi fosil tanpa harus mengorbankan ketahanan energi kita,â kata dia.
Sains dan Teknologi
Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk meniru Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon dalam mengembangkan sains dan teknologi untuk masyarakat.
Hal ini disampaikannya dalam kunjungan ke Pusat Kajian Unggulan Daerah dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PKUD-PPMP) Unpatti di Desa Hila, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (23/2).
âBeberapa fasilitas sudah cukup strategis. Menurut saya, Unpatti menjadi pelopor dalam mengembangkan sains dan teknologi untuk masyarakat,â kata Wamendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, kemarin.
Fauzan memaparkan PKUD-PPMP Unpatti sejumlah infrastruktur antara lain pelabuhan, cold storage, pabrik es, mesin pengeringan ikan, kolam ikan, dan keramba jaring apung.
Ia menilai langkah yang diambil Unpatti dalam membina PKUD-PPMP ini dapat menjadi salah satu sumber kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat Maluku.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Motif Anggota Polres Probolinggo Membunuh Mahasiswi UMM Terungkap
-
Sering Olahraga? Waspadai Cedera Tendon Achilles Berupa Nyeri di Tumit Belakang
-
Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 Miliar APBD 2026 untuk Perbaikan Infrastruktur Rusak
-
Akhirnya! 43 Titik Jalan Rusak di Kudus Mulai Diperbaiki Tahun Ini
-
Pemkab Karawang Siapkan Tindakan Perbaikan Kerusakan Akibat Gempa
-
Pemkot Kendari Perketat Pengawasan Hiburan Malam, THM Wajib Tutup hingga 22 Maret 2026
-
Erupsi Gunung Dukono Capai 3.500 Meter, Warga Diminta Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.