Bappenas Sebut Dominasi Ekonomi Negara-negara G7 Alami Penurunan, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Kamis, 27 Feb 2025, 12:32 WIBJAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan bahwa ada penurunan dominasi ekonomi dari negara-negara maju yang tergabung dalam G7 (Amerika Serikat/AS, Inggris, Jerman, Jepang, Italia, Kanada, dan Prancis). Lantas apa dampaknya bagi perekonomian Indonesia?
Dominasi ekonomi G7 yang melemah ditandai dengan penurunan pangsa Produk Domestik Bruto (PDB) global dari 67 persen pada tahun 1990 menjadi 44 persen pada tahun 2022.
âKita bisa lihat dinamika utama, ada penurunan dominasi dari negara-negara maju yang tergabung pada G7,â ujar Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian PPN/Bappenas Laksmi Kusumawati dalam Seminar Nasional: Outlook Hukum dan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (27/2).
Saat ini, lanskap global semakin terfragmentasi dan tak dapat diprediksi dengan banyak pemain yang mempengaruhi berbagai wilayah dan sektor.
Tiongkok menjadi pemain penting dalam dinamika ekonomi global karena mengalami kebangkitan dengan pangsa PDB meningkat dari 2 persen pada tahun 1990 menjadi 17 persen pada tahun 2022. Negara Tirai Bambu menjadi kekuatan manufaktur utama dan mitra dagang terbesar bagi banyak negara.
Pertumbuhan Tiongkok diiringi perubahan kebijakan perdagangan AS yang menciptakan potensi perang dagang, fluktuasi dollar AS yang menimbulkan ketidakpastian dalam perdagangan global, dan penurunan biaya pengiriman yang menunjukkan pelemahan permintaan global. âIni bisa menjadi tantangan dan peluang bagi Indonesia,â katanya.
Tantangan yang muncul akibat sejumlah dinamika ekonomi global ialah peningkatan hambatan perdagangan (proteksionisme). Hal ini tercermin dari kekhawatiran ekonomi dan keamanan, terutama yang ditujukan pada dominasi manufaktur Tiongkok.
Di sisi lain, absennya pemimpin global tunggal memperburuk kompleksitas geopolitik, memicu persaingan regional, dan ketidakstabilan.
Adapun peluang dari keadaan ekonomi global terkini ialah kesempatan bagi pertumbuhan industri di negara berkembang di tengah sengketa tarif antara kekuatan besar.
âEkonomi berkembang ini juga mengalami peluang dengan adanya pertumbuhan industri untuk di negara-negara berkembang,â ungkap Laksmi.
- Bappenas
- Dominasi Ekonomi
- Negara-negara G7
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Balé by BTN Permudah Generasi Muda Cari Rumah hingga Ajukan KPR
-
Letusan Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, KAI Daop 8 Kembali Tambah Kereta Eksekutif dan Ekonomi New Generation untuk Perjalanan Surabaya-Jakarta
-
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Bergerak Mendatar, Pasar Cermati Sentimen Global dan Domestik
-
Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut
-
Krisis Sampah Makin Pelik, 75 Persen Belum Tertangani
-
Pemain Persib Ramon Tanque Resmi Dipinjamkan ke Klub India Chennaiyin FC
-
Bukan Sekadar Kain, Cual Mentok Dibidik Jadi Ikon Budaya Bangka Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.