Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertanda Daya Beli Membaik ataukah Inflasi Memanas? Awal Tahun, Uang Beredar Tembus Rp9.232 Triliun

📅 Senin, 24 Feb 2025, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertanda Daya Beli Membaik ataukah Inflasi Memanas? Awal Tahun, Uang Beredar Tembus Rp9.232 Triliun Doc: ANTARA/HO-BI Sulsel
Ket. Ilustrasi - Sosialisasi ciri-ciri uang Rupiah untuk dapat membedakan dengan uang palsu pasca penemuan mesin printer uang palsu di Kampus UIN Alauddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

JAKARTA - Pertumbuhan uang beredar mengindikasikan beberapa hal tergantung pada konteks ekonomi yang menyertainya.

Namun, jika pertumbuhan uang beredar terlalu tinggi tanpa diimbangi oleh pertumbuhan ekonomi yang sepadan, risiko inflasi dan ketidakstabilan ekonomi juga meningkat.

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2025 tumbuh lebih tinggi, mencapai Rp9.232,8 triliun.

“Posisi M2 pada Januari 2025 tercatat sebesar Rp9.232,8 triliun atau tumbuh sebesar 5,9 persen year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,8 persen (yoy),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (25/2).

Ramdan mengatakan, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,2 persen (yoy) serta uang kuasi sebesar 2,2 persen (yoy).

Secara rinci, komponen M1 dengan pangsa 55,8 persen dari M2, pada Januari 2025 tercatat Rp5.115,0 triliun. Perkembangan M1 terutama disebabkan oleh perkembangan uang kartal di luar bank umum dan BPR, serta giro rupiah.

Uang kartal yang beredar di masyarakat pada Januari 2025 tercatat sebesar Rp1.010,0 triliun atau tumbuh 10,3 persen (yoy). Sementara giro rupiah tercatat Rp1.780,1 triliun atau tumbuh 8 persen (yoy), serta tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu Rp2.364,9 triliun atau tumbuh 5,5 persen (yoy).

Selanjutnya, uang kuasi dengan pangsa 43 persen dari M2, tercatat sebesar Rp3.970,6 triliun. Berdasarkan komponen uang kuasi, simpanan berjangka, tabungan lainnya, dan giro valas masing-masing tumbuh sebesar 2,6 persen (yoy), 3 persen (yoy), dan 0,3 persen (yoy).

Ramdan menyampaikan, perkembangan M2 pada Januari 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

Penyaluran kredit pada Januari 2025 tumbuh sebesar 9,6 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 9,7 persen (yoy).

Aktiva luar negeri bersih juga tercatat tumbuh, yakni sebesar 2,4 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,8 persen (yoy).

Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat terkontraksi sebesar 14,3 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 17,5 persen (yoy).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.