Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Harga Daging Kerbau Karena Kondisi di Luar Negeri

📅 Kamis, 13 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kenaikan Harga Daging Kerbau Karena Kondisi di Luar Negeri Doc: antara
Ket. Kenaikan Harga Daging Kerbau

Jakarta – Pada awal tahun ini, harga daging kerbau mengalami kenaikan yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu penyebab utama adalah kebijakan impor daging kerbau dari India, yang selama ini menjadi pemasok utama Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan tingginya harga daging kerbau di tanah air diduga lantaran distributor di India sengaja menaikkan harga dan terdampak oleh nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS).

"Di India itu harganya sekarang sudah 3,8-3,9 dollar AS per kilogram, kita harus mulai berhitung lagi gitu ya. Berhitung lagi itu, maksudnya kita cari vendor lagi yang baru," ujar Arief di Jakarta, Rabu (12/2).

Seperti dikutip dari Antara, Arief Prasetyo Adi mengatakan angka tersebut terbilang tinggi karena sebelumnya hanya 3 dollar AS per kilogram.

Selain harga yang tinggi, lanjut Arief, saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada di kisaran 16.300 rupiah per dollar AS. Hal tersebut secara tidak langsung juga mempengaruhi harga daging kerbau yang dibeli distributor.

Arief juga meminta seluruh jajarannya untuk mencari vendor baru yang harganya masih lebih murah.

"Kalau dibilang harganya tinggi, karena belinya di sana sudah tinggi, plus rate-nya itu sekarang 16.300 rupiah kalau mau murah gimana. Jadi, habis ini saya menugaskan tim khusus untuk survei ke sana (India), 2-3 vendor lagi yang harganya bisa di bawah," kata Arief.

1739382031_a1a5a54d6aeabafff1ef.jpg

Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) menyebut bahwa harga daging kerbau beku di tingkat distributor untuk jenis paha belakang antara 100-120 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan harga paha depan 95-110 rupiah ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi untuk paha belakang 119-125 ribu rupiah per kilogram, sedangkan paha depan 100-115 ribu rupiah per kilogram di tingkat distributor.

Kedua harga tersebut, dinilai hampir sama. Padahal menurut Arief, impor daging kerbau merupakan sebuah upaya untuk menjaga agar harga daging tetap stabil.

"Ini sudah nggak ada rumus lain, karena Presiden minta harganya 80 ribu rupiah per kilogram, dari Pak Jokowi sampai Presiden Prabowo, sama maunya kerbau itu 80 ribu rupiah. Jadi solusinya harus cepat, jangan kita dipermainkan sama pihak  di India," ucapnya.

Di pasar domestik, kenaikan harga ini langsung dirasakan oleh pedagang dan konsumen. Para pedagang daging mengeluhkan berkurangnya stok dan naiknya harga beli dari distributor, sementara masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan daging kerbau sebagai alternatif daging sapi. Kondisi ini juga berdampak pada industri kuliner yang mengandalkan daging kerbau sebagai bahan baku utama, seperti usaha rumah makan dan restoran Padang.

Pemerintah tengah mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk menjajaki sumber impor dari negara lain, meningkatkan produksi daging dalam negeri, serta mengendalikan distribusi agar harga tidak semakin melonjak. Namun, hingga saat ini, kenaikan harga daging kerbau masih menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.