Bukan Asal Bagi! Skema MBG Harus Fokus ke Penerima yang Berhak
Selasa, 11 Feb 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Center of Economics and Law Studies (Celios) menyarankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diterapkan dengan menggunakan skema berorientasi target (targeted approach) agar tepat sasaran. Jika pemerintah ingin memberikan bantuan, seharusnya ada prioritas untuk masyarakat yang rentan dan termarjinalkan.
âBantuan bukan semata-mata asal disalurkan kepada semua orang. Oleh karena itu, skema Makan Bergizi Gratis yang kami usulkan itu tersasar untuk masyarakat yang memang rentan dan membutuhkan,â ujar Peneliti Celios Bara M. Setiadi di Jakarta, Senin (10/2).
Menurut Celios, realokasi dari efisiensi anggaran tidak dapat begitu saja di berikan untuk menutup kekurangan dana MBG.
Celios merekomendasikan skema MBG dengan targeted approach, di mana MBG menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti anak yang mengalami malnutrisi, ibu hamil, berasal dari keluarga yang memiliki penghasilan di bawah 2 juta rupiah per bulan, dan berada di wilayah yang rentan mengalami malnutrisi.
Berdasarkan estimasi Celios, selain tepat sasaran, skema berorientasi target penerima juga membutuhkan anggaran sebesar 117,93 triliun rupiah per tahun, jauh lebih hemat dibandingkan skema pemerintah yang diperkirakan mencapai 400 triliun rupiah.
Tambahan Efisiensi
Studi Celios menunjukkan dengan skema targeted approach, pemerintah memperoleh tambahan efisiensi anggaran 6,93 triliun rupiah untuk MBG. âDengan skema yang kami usulkan ini, ada sekitar 259 triliun rupiah yang bisa diinvestasikan untuk bantuan lain yang lebih berpihak kepada masyarakat rentan tadi,â ujarnya.
Sementara itu, menurut estimasi Celios, beberapa program yang dapat dibiayai dengan dana hasil efisiensi termasuk peningkatan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan tambahan 30,37 triliun rupiah untuk 10,16 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian, Program Indonesia Pintar (PIP) dengan tambahan 13,71 triliun rupiah untuk 18,89 juta siswa serta beasiswa kuliah (KIP, Afirmasi, dan Unggulan) dengan tambahan 14,49 triliun rupiah untuk 1,04 juta mahasiswa.
Bantuan Subsidi Upah (BSU) dapat ditingkatkan dengan tambahan 4,98 triliun rupiah untuk 1,38 juta pekerja. Selanjutnya, subsidi tiket KRL sebesar 1,80 triliun rupiah dapat membuat tiket KRL Jakarta-Bogor gratis.
BPJS Kesehatan (PBI JKN) pun dapat menerima tambahan 47,21 triliun rupiah untuk 98,35 juta peserta, subsidi pupuk sebesar 54,86 triliun rupiah untuk 9,98 juta petani, serta melunasi tunggakan tunjangan kinerja dosen ASN sejak 2020-2024 sebesar 5,7 triliun rupiah.
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Jawa Tengah Salurkan Sapi Kurban 906 Kg kepada Warga Huntara Tegal
-
Komoditas Ekspor Sulawesi Selatan Telah Jangkau 63 Negara
-
Bapanas-Kemendag Kerja Sama Perkuat Pengawasan Pangan
-
Rayakan HUT ke-499 Jakarta di Monas, Pramono Singgung Tantangan Sampah dan Banjir
-
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat
-
IHSG Hari Ini Menghijau, Pasar Bertaruh pada Meredanya Konflik AS-Iran
-
KemenPPPA Ajukan Tambahan Anggaran Rp392 Miliar untuk Program Tahun 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.