Kebijakan Tarif Trump Bisa Berdampak Pada Penurunan Ekspor Indonesia
Sabtu, 08 Feb 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan laporan mengenai kajian dampak kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump terhadap sejumlah sektor di Indonesia. Laporan DEN itu diterima Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/1) sore.Â
Anggota DEN, Septian Hario Seto dalam keterangannya mengatakan bahwa diskusi berfokus pada potensi dampak kebijakan pemerintahan Trump di berbagai sektor, khususnya perdagangan dan ekonomi.
âKami dari Dewan Ekonomi Nasional baru saja diterima oleh Presiden Prabowo dengan agenda utama memberikan laporan dan rekomendasi terkait bagaimana sikap Indonesia dalam menghadapi pemerintahan Trump yang baru ini,â kata Seto kepada wartawan usai pertemuan.
DEN jelas Seto telah mengkaji berbagai aspek kebijakan Trump yang berpotensi mempengaruhi Indonesia, termasuk kebijakan tarif perdagangan, kebijakan imigrasi, serta dampak positif dan negatifnya terhadap ekonomi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada DEN untuk menindaklanjuti analisis yang telah dilakukan.
âBapak Presiden sudah memberikan arahan-arahan pada kami untuk menindaklanjuti laporan ini,â tambah Seto.
Turut hadir dalam kesempatan yang sama, anggota DEN lainnya, Chatib Basri yang menekankan bahwa ketidakpastian kebijakan masih terjadi di Amerika Serikat, mengingat belum semua posisi dalam kabinet pemerintahan Trump terisi.
âKarena ketidakpastian dari kebijakan itu masih terjadi di Amerika Serikat mengingat belum semua pos dari menterinya itu sudah terisi. Jadi ini akan memakan waktu sehingga dinamika itu pasti akan terjadi,â kata Chatib.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, DEN katanya terus memantau perkembangan kebijakan pemerintahan Trump dan dampaknya terhadap Indonesia.
Bakal Melemah
Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda yang diminta pendapatnya mengatakan, kekhawatiran akan pemberlakuan tarif itu adalah ekspor Indonesia ke Amerika Serikat bisa turun. Padahal, AS merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama produk Indonesia, setelah Tiongkok.
DEN mungkin beranggapan bahwa ekspor ke Tiongkok lebih besar dibandingkan ke AS, maka tidak akan berpengaruh. Namun jangan lupa, AS juga memberlakukan tarif impor produk dari Tiongkok.
âHal tersebut bisa memperlemah permintaan barang Tiongkok ke AS. Dampaknya adalah permintaan produk Indonesia dari Tiongkok yang sebagian besar adalah bahan baku atau komoditas, akan melemah,âungkap Huda.
Selain itu, jika mengandalkan ekspor ke Tiongkok, maka surplus perdagangan akan melemah. Bisa jadi perdagangan kita akan defisit. âMaka penting bagi Indonesia membuka pangsa pasar baru. Timur Tengah, Afrika bagian selatan, hingga Amerika Selatan bisa menjadi pasar potensial bagi produk kita,â ungkap Huda.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Trump Kembali akan Tetapkan Tarif Sepihak dalam Dua Pekan Mendatang
-
Resmi! Gennaro Gattuso Jadi Pelatih Timnas Italia
-
Tim Senam Indonesia Persembahkan 4 Medali di SEA Games Thailand 2025
-
Pemprov Lampung Buat Aturan Kawasan Bebas Rokok
-
Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
-
Gumuk Pasir Parangtritis Ditetapkan sebagai Geopark Nasional
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.