Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Pemeriksaan Harus Mengarah ke Efektivitas Belanja

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hasil Pemeriksaan Harus Mengarah ke Efektivitas Belanja Doc: antara
Ket. Nyoman Adhi Suryadnyana

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan hasil pemeriksaan keuangan negara harus mengarah pada belanja yang efektif seperti harapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2024.

Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Nyoman Adhi Suryadnyana menyampaikan belanja yang efektif yang dimaksud yaitu yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, produktivitasnya terukur, mampu menarik investasi dan devisa, punya keunggulan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta mampu meningkatkan kekuatan pertahanan dan keamanan.

Menanggapi hal itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, kebijakan fiskal pada dasarnya lebih berperan untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi melalui APBN daripada peran stabilitas. Berkaitan dengan perannya, maka ada beberapa hal yang dapat memperbesar peran pertumbuhan, yaitu volume APBN, semakin besar semakin mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu adalah alokasinya. Sebagai pendorong pertumbuhan, alokasi APBN harus diarahkan ke sektor produktif yang menciptakan multiplier tinggi. Suhartoko yang juga sebagai Direktur Institute for Financial and Economics Studies (IFES) tersebut menegaskan, jika APBN sudah teralokasikan ke pengeluaran rutin dengan porsi besar tentu saja daya ungkit pertumbuhannya berkurang.

Apalagi cukup banyak membayar cicilan dan bunga utang, fungsinya akan semakin menurun. Hal yang tidak kalah penting adalah momentum realisasi anggaran. Penumpukan realisasi setelah bulan September akan mengurangi efeknya terhadap pertumbuhan. Hal ini mencerminkan perencanaan pembangunan yang tidak baik. “Kebocoran penggunaan dana APBN harus diminimalisir dengan pengawasan dan sanksi yang berat,” kata Suhartoko.

Kedaulatan Negara

Sementara itu, ekonom dan pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengatakan efektivitas belanja negara sangat krusial terutama di bidang pangan. Sebab, urusan pangan adalah urusan kedaulatan negara dan menyangkut fundamental ekonomi.

Urusan pangan tidak hanya soal stabilitas harga, tetapi juga terkait dengan alokasi anggaran yang tepat sasaran. Menurutnya, Pemerintah harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

 “Jika kita berbicara tentang efektivitas belanja negara di sektor pangan, maka tidak cukup hanya mengukur dampaknya terhadap stabilitas harga dan kesejahteraan petani, tetapi juga bagaimana anggaran yang dialokasikan benar-benar terserap untuk meningkatkan produksi, distribusi, dan aksesibilitas pangan bagi masyarakat luas,” kata Achmad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.