Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Hidrogen 'Hijau' Australia Terancam Batal

📅 Selasa, 04 Feb 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Proyek Hidrogen 'Hijau' Australia Terancam Batal Doc: smh.com.au
Ket. Dorongan untuk meningkatkan industri hidrogen hijau di Australia menghadapi kemunduran karena tingginya biaya dan besarnya jumlah energi terbarukan yang dibutuhkan untuk memisahkan hidrogen dari air.

SYDNEY - Proyek hidrogen "hijau" utama Australia kini dalam ketidakpastian setelah negara bagian Queensland menarik dukungannya. Pukulan telak bagi ambisi energi terbarukan negara tersebut. 

Dilaporkan AFP, proyek ini bertujuan untuk membangun pabrik produksi hidrogen di negara bagian Queensland tengah, yang akan menghasilkan bahan bakar rendah emisi yang ditujukan untuk negara-negara seperti Jepang dan Singapura. 

Meskipun pemerintah Australia telah menjanjikan 40 juta dollar AS untuk pembangunannya, pejabat Queensland menarik dukungan mereka pada Senin (3/2) malam dengan alasan biaya yang terus meningkat. 

Menteri Perubahan Iklim Chris Bowen pada Selasa (4/2) mengatakan bahwa keputusan itu "mengejutkan dan mengecewakan". 

"Hidrogen hijau memanfaatkan kekuatan unik Australia dan kami tidak menyesal mengejar industri yang diakui memiliki peran penting dalam masa depan manufaktur dan energi di Australia, dan secara global," katanya dalam sebuah pernyataan. 

Tidak jelas apakah pusat hidrogen dapat berjalan tanpa dukungan pemerintah negara bagian. 

Bowen mengatakan itu akan menjadi "keputusan komersial bagi pihak-pihak yang terlibat". 

Iwatani Corporation dan Marubeni Corporation Jepang terdaftar sebagai mitra, bersama manajer aset Keppel yang berbasis di Singapura.

Seorang juru bicara negara bagian Queensland mengatakan biaya infrastruktur baru dan fasilitas pengiriman akan mencapai ratusan juta dollar AS.

Pemerintah Australia ingin membangun tujuh "pusat hidrogen" di seluruh negeri. 

Didukung oleh panel surya dan turbin angin, hub ini akan memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen melalui proses yang disebut elektrolisis. 

Hidrogen yang disebut "hijau" kemudian akan dicairkan dan dikirim ke luar negeri di mana industri berat seperti pabrik baja dapat menggunakannya sebagai bahan bakar ramah lingkungan. 

Jepang, Jerman, Singapura dan lainnya sangat membutuhkan pasokan bahan bakar hidrogen yang andal. 

Meskipun menjanjikan, produksi hidrogen hijau terganggu oleh kendala teknis dan mahalnya biaya infrastruktur khusus. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.