Ini Cara Implementasinya, AI Berperan Penting untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital
Jumat, 31 Jan 2025, 00:25 WIBJakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memaparkan peran penting teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
"Pertempuran tidak hanya di bidang pertahanan alutsista saja, tetapi di teknologi khususnya digital. Ini mencerminkan urgensi bagi setiap negara, tidak terkecuali Indonesia, dalam pengembangan kecerdasan buatan dan ekonomi digital," katanya dalam diskusi bertajuk "Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia" yang digelar di Jakarta, Kamis.
Dia mengemukakan bahwa perkembangan teknologi AI telah mengubah lanskap ekonomi digital global.
Sebagai gambaran, dia menyampaikan bagaimana perusahaan kecerdasan artifisial DeepSeek asal China bisa menyebabkan penurunan dominasi perusahaan teknologi besar Amerika Serikat.
"Meskipun biaya pengembangan AI bisa sangat tinggi, DeepSeek mampu menawarkan model yang lebih terjangkau dan terbuka bagi pengembang, yang berpotensi mengubah dominasi teknologi AI komersial yang ada saat ini," katanya.
Menkomdigi menyampaikan bahwa Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia pada 2024 diperkirakan 90 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.416 triliun, naik 13 persen dari sekitar 80 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.
Angka itu, menurut dia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian digital besar di Asia Tenggara.
Dia mengemukakan pentingnya kehadiran ekosistem digital yang inklusif, memberdayakan, dan terpercaya dalam upaya untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tataran global.
Pemerintah mempercepat transformasi digital, termasuk meningkatkan infrastruktur digital dan menyiapkan talenta digital, untuk menumbuhkan ekosistem digital yang demikian.
Meutya menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi digital tidak hanya bergantung pada modal besar, tetapi juga pada strategi yang efisien dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi.
"Diskusi terbuka antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan masyarakat sangat penting untuk membentuk kebijakan yang tepat dalam menghadapi tantangan digitalisasi," katanya.
- Menkomdigi
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Evaluasi Program, Badan Gizi Nasional Setop Sementara 1.512 SPPG di Jawa
-
Google Images Rombak Desain Mirip Pinterest di Ulang Tahun ke-25
-
Heboh Wajib STNK untuk Beli BBM Subsidi, Pertamina Akhirnya Beri Klarifikasi
-
Wali Kota Eri Siapkan Ratusan Paskibraka Surabaya Jadi Duta Kampung Pancasila pada 2027
-
Kadin Sebut Keramik Indonesia Kini Mampu Bersaing dengan Produk Impor
-
Menkomdigi: Digitalisasi Bansos Diperluas Secara Nasional pada Oktober 2026
-
Perlu Ditiru, J&T Express Olah 146 Kg Seragam Bekas Menjadi Produk Bernilai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.