Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah
Selasa, 27 Okt 2026, 21:42 WIBJEMBER â Berawal dari upaya membangun desa yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ) berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Sobat Bumi Faperta UNEJ meraih Mandaya Award Innovileague 2026 kategori Inovasi Terbaik berkat program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan.
Penghargaan dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat tersebut diserahkan di Jakarta pada Selasa (27/10). Inovasi yang diusung tim mahasiswa ini bertumpu pada pengembangan zero waste village atau desa nol sampah serta penguatan pertanian ramah lingkungan di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.
Tim Sobat Bumi Faperta UNEJ terdiri atas Alvin Dwi Tahta Nusa dari Program Studi Penyuluhan Pertanian sebagai ketua, bersama Zabian Faris Eka Putra dari Program Studi Agronomi dan Ilham Hanif Firdausyah dari Program Studi Agribisnis.
Alvin menjelaskan, program yang diusulkan dalam ajang nasional tersebut merupakan pengembangan berbagai kegiatan konversi SKS dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah dilaksanakan di Desa Suci.
Menurut dia, seluruh kegiatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, terutama setelah desa tersebut pernah dilanda bencana banjir.
âBerbagai program ini pada dasarnya adalah untuk membangun resiliensi masyarakat dalam merespons perubahan-perubahan iklim pascabencana banjir yang pernah melanda Desa Suci,â ujar Alvin.
Bangkit dari Bencana, Bangun Desa Tangguh Iklim
Pengembangan program tersebut memiliki latar belakang yang kuat. Desa Suci pernah mengalami bencana banjir besar pada dekade 2000-an yang menelan sekitar 400 korban jiwa. Pengalaman pahit itu menjadi pengingat pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan.
Desa Suci kemudian mengembangkan pendekatan sebagai desa responsif terhadap perubahan iklim melalui program Kampung Iklim atau Proklim. Dari upaya tersebut, pengelolaan sampah berbasis zero waste village dan pertanian berkelanjutan dipilih sebagai program unggulan.
Sejak 2025, Pemerintah Desa Suci bersama kelompok masyarakat mulai menjalankan berbagai inisiatif. Dua kelompok yang menjadi penggerak utama adalah Bank Sampah Larahan Makmur (BSLM) dan Kelompok Tani (Poktan) Tani Harapan.
Upaya tersebut kemudian mendapat dukungan dari civitas akademika Fakultas Pertanian UNEJ melalui Program Desa Binaan (PDB) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dosen pembimbing Tim Sobat Bumi Faperta UNEJ sekaligus Ketua Tim PDB Kemdiktisaintek dari Program Studi Penyuluhan Pertanian, Ihsannudin, mengatakan program desa binaan tersebut berlangsung pada 2025 hingga 2027.
âProgram luar biasa Pemdes Suci ternyata didukung oleh Kemdiktisaintek mulai 2025 hingga 2027,â jelas Ihsannudin.
Ia menerangkan, pendampingan terhadap BSLM dan Poktan Tani Harapan berada dalam satu kerangka besar program bertajuk Pengaplikasian Circular Economic Approach pada Masyarakat Kampung Proklim Guna Menguatkan Resiliensi Akibat Perubahan Iklim di Desa Suci, Jember.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Sementara itu, sektor pertanian diperkuat dengan pemanfaatan pupuk organik dan teknologi yang mendukung pemulihan kualitas tanah.
Diapers Jadi Pot, Plastik Disulap Menjadi Produk Berguna
Ketua BSLM Siti Herawati mengungkapkan, pendampingan yang diberikan telah meningkatkan kemampuan kelompoknya dalam mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk baru.
Salah satu inovasinya adalah mendaur ulang limbah popok sekali pakai atau diapers menjadi pot tanaman. Selain itu, kelompok tersebut memanfaatkan kemasan plastik multilayer untuk membuat mulsa dan mengolah plastik jenis HDPE menjadi papan yang dapat digunakan sebagai bahan mebel.
âKami juga dapat mengampanyekan 3R melalui monumen sampah yang dibangun serta upaya mengurangi limbah plastik melalui penjualan isi ulang sabun dan produk lain,â ungkap Herawati.
Berbagai kegiatan itu tidak hanya ditujukan untuk mengurangi timbunan sampah. BSLM juga berupaya menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk menggunakan kembali barang, memilah sampah, serta mengurangi konsumsi produk yang menghasilkan limbah plastik.
Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pembuangan, tetapi berkembang menjadi aktivitas produktif yang membuka peluang pemanfaatan material bekas.
Pupuk Organik Pangkas Pemakaian Urea, Hasil Panen Meningkat
Sementara itu, Poktan Tani Harapan mengembangkan inovasi di sektor pertanian dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan sisa pertanian sebagai bahan baku kompos.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah pembuatan kompos dengan metode âBata Bolongâ, yang juga diikuti upaya pemasaran produk. Pada 2026, kelompok tani tersebut mengembangkan produksi Pupuk Organik Cair (POC) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk membantu meningkatkan kesuburan sekaligus memulihkan kondisi tanah.
Manfaat penerapan pupuk organik tersebut dirasakan langsung oleh petani. Sekretaris Poktan Tani Harapan, Subari, mengungkapkan penggunaan pupuk organik yang dikombinasikan dengan POC dan PGPR membantu mengurangi kebutuhan pupuk urea sekaligus meningkatkan produktivitas sawahnya.
âDengan mengaplikasikan pupuk Bata Bolong, POC, dan PGPR, sawah saya yang luasnya setengah hektare dulunya saya pakai urea 12 kuintal, sekarang cukup 8 kuintal saja dengan produktivitas meningkat menjadi 3â3,5 ton per setengah hektare dari sebelumnya yang hanya 2â2,5 ton per setengah hektare,â ungkap Subari.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya lokal dapat dikaitkan langsung dengan kebutuhan petani. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penggunaan bahan organik juga diarahkan untuk memperbaiki kondisi tanah dalam jangka panjang.
Kunci Keberhasilan Ada pada Kebutuhan Masyarakat
Sekretaris Bidang Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (LP2M UNEJ), Ali Badrudin, menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat.
Menurut dia, semangat kolaborasi perlu terus dijaga agar program yang dijalankan tidak berhenti ketika masa pendampingan berakhir.
âSetiap program selalu berbasis kolaborasi. Desa binaan atau mitra semakin semangat, UNEJ akan semakin melipatgandakan semangatnya,â papar Ali.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan menyebarluaskan pengalaman pendampingan, UNEJ berencana menggelar kegiatan lesson learned dan Temu Desa Binaan pada awal November 2026.
Prestasi Tim Sobat Bumi Faperta UNEJ melalui Mandaya Award Innovileague 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan desa.
Pemberdayaan tidak cukup hanya mengandalkan program yang dirancang dari atas atau pendekatan top-down. Program perlu berangkat dari penilaian kebutuhan masyarakat (need assessment), mempertimbangkan kondisi lokal, serta melibatkan warga dalam perencanaan hingga pelaksanaannya.
Di Desa Suci, pengalaman menghadapi bencana menjadi titik awal perubahan. Melalui pengolahan sampah, pengembangan produk daur ulang, dan pertanian berkelanjutan, masyarakat berupaya membangun desa yang lebih mandiri, tangguh terhadap perubahan iklim, sekaligus mampu mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi.
- Unej
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Gerindra Berikan Teguran Keras ke Bupati Sudewo, Masyarakat Pati Diminta Tenang
-
Penjualan Mobil RI Kuartal I 2026: Jepang Masih Dominan, BYD dan Merek China Mulai Menggeliat
-
Eropa Belum Aman, Inflasi Zona Euro Naik Lagi
-
Melindungi Ribuan Tanaman Konservasi dari Karhutla
-
Pengalaman Banjir Bandang, Warga Desa Suci Jember Respon Perubahan Iklim dengan Pertanian Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.