Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lontong Cap Go Meh Kuliner Cerminan Akulturasi Budaya Tionghoa dan Nusantara

📅 Rabu, 29 Jan 2025, 17:19 WIB | Oleh:

Dari generasi ke generasi, racikan bumbu dan resepnya tetap dijaga tanpa perubahan berarti.

“Tidak ada yang spesial, tapi kalau dicoba, pasti suka,” kata sang anak, Liana, yang kini menjadi generasi kedua.

Namun, bagi para pelanggan setianya, jajanan itu bukan sekadar makanan biasa.

Ada sesuatu yang khas dalam setiap porsinya, sesuatu yang membawa kenangan akan tradisi, kehangatan keluarga, dan perayaan yang penuh makna.

Berbeda dengan ketupat sayur biasa yang hanya terdiri dari ketupat dan kuah, ketupat cap go meh hadir dengan beragam lauk yang menggugah selera.

Seporsi lengkap biasanya berisi ketupat, ayam kampung dengan bumbu kari atau opor, tahu, telur bebek, tempe, kentang, sayur labu, sambal goreng petai, ati ampela dan urat sengkel.

Kombinasi tersebut menciptakan harmoni rasa yang kaya gurih, manis, pedas, dan penuh rempah.

Salah satu lauk yang paling digemari pelanggan adalah sambal goreng petai, dengan aromanya yang khas dan cita rasanya yang kuat menambah kelezatan setiap suapan.

Selain rasanya yang istimewa, kualitas bahan menjadi prioritas utama di tempat tersebut, tentunya dengan menggunakan bahan premium, seperti ayam kampung, telur bebek, hingga cabai kualitas terbaik.

Setiap bahan dipilih dengan teliti untuk memastikan cita rasa tetap terjaga dari tahun ke tahun.

Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh, dapur Ketupat Cap Go Meh Gloria  mulai sibuk sejak dini hari. Dari pukul lima pagi, para pekerja mulai memasak, memastikan semua bahan sudah siap sebelum pelanggan datang.

Momen ini menjadi waktu ramai dalam setahun sekali ketika orang-orang berbondong-bondong mencari hidangan khas yang sudah menjadi bagian dari tradisi keluarga mereka. 

Bagi banyak orang, menikmati seporsi ketupat lontong cap go meh di akhir rangkaian perayaan Imlek bukan hanya tentang menyantap makanan lezat, tetapi juga tentang merayakan kebersamaan dan mempertahankan warisan budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Debut sebagai Nomor Satu, R...
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Daerah
CFD Pontianak Kembali Digel...

Morowali Memanas! 75 TKA Dievakuasi Polisi Usai Bentrokan

47 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Morowali Memanas! 75 TKA Di...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.