PBB Minta Bantuan Luar Negeri AS Terus Berlanjut Meski Trump Lakukan Penangguhan

Selasa, 28 Jan 2025, 23:02 WIB

Hamilton - Sekretaris Jenderal PBB pada Senin (27/1) menyampaikan keprihatinan atas pengumuman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penangguhan bantuan luar negeri AS.

“Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) mencatat dengan keprihatinan pengumuman penangguhan bantuan luar negeri AS,” kata juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers.

Ket. Foto: Ilustrasi- Markas PBB. — Sumber: Antara/HO

Dia menekankan peran krusial bantuan AS dalam mendukung penduduk yang rentan di seluruh dunia.

Menyadari pentingnya memastikan bahwa program kemanusiaan dan pembangunan tetap berjalan tanpa gangguan, Dujarric mengatakan: “Sekretaris Jenderal (PBB) meminta agar pengecualian tambahan dipertimbangkan untuk memastikan kelanjutan kegiatan pembangunan dan kemanusiaan yang krusial bagi komunitas paling rentan di dunia, yang hidup dan mata pencahariannya sangat bergantung pada dukungan bantuan ini.”

Dujarric juga menekankan kembali pentingnya bekerja sama dengan pemerintahan Trump untuk menangani tantangan global secara bersama-sama.

“Sekretaris Jenderal (Guterres) berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan baru Amerika Serikat dalam penyediaan dukungan pembangunan yang sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang menghadapi tantangan paling sulit di negara-negara berkembang,” kata juru bicara tersebut.

“AS adalah salah satu pemberi bantuan terbesar, dan sangat penting bagi kita bekerja secara konstruktif untuk bersama-sama merancang jalan strategis ke depan,” tambahnya.

Penangguhan itu merupakan bagian dari perintah eksekutif Trump pekan lalu, yang meminta tinjauan selama 90 hari terhadap pengeluaran bantuan luar negeri untuk menilai kesesuaiannya dengan prioritas kebijakan luar negeri AS.

Meskipun memo tersebut mencantumkan pengecualian untuk Israel dan Mesir, yang masing-masing menerima 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp53,36 triliun) dan 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp21 triliun) dalam pendanaan militer luar negeri setiap tahun, bantuan untuk sekutu utama AS lainnya, termasuk Ukraina, Yordania, dan Taiwan, dilaporkan terkena dampaknya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.