Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Siap Menghemat Anggaran

📅 Selasa, 28 Jan 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Jakarta Siap Menghemat Anggaran Doc: Antaranews
Ket. Penjabat Gubernur Provinsi Jakarta Teguh Setyabudi

JAKARTA - Setiap pemerintahan baru memang biasanya menekankan untuk menghemat pengeluaran keuangan negara. Demikian juga pemerintah sekarang. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jakarta siap menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

“Turunan inpres tersebut telah disiapkan dan saat ini tengah dirancang dalam bentuk draf instruksi gubernur,” tutur Penjabat Gubernur Provinsi Jakarta Teguh Setyabudi, Senin. Dia menjelaskan, selaku pemerintah daerah yang merupakan bagian dari pemerintah nasional, Jakarta tentu mendukung Inpres tersebut.

Inpres itu juga akan ditindaklanjuti dengan aturan turunan berupa ingub dan saat ini sudah dalam bentuk draf. Teguh menegaskan semuanya akan selesai sesuai jadwal dan segera bisa diimplementasikan.

Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus mencermati anggaran yang berpotensi untuk dihemat. Komunikasi intensif dengan tim transisi gubernur dan wakil gubernur terpilih juga terus dilakukan.

Yang terpenting, kata Teguh, adalah mendukung program-program prioritas dari gubernur dan wakil gubernur terpilih yang segera dilantik dan mendukung program-program nasional lainnya. “Karena saat ini sedang menghitung hari menuju pelantikan,” kata Teguh.

Terkait penerbitan ingub, Teguh menerangkan bahwa kepastian jumlah anggaran yang akan dihemat sedang disiapkan dan akan dioptimalkan dengan sebaik mungkin. “Ingub ini lebih kepada pengaturan Standar Operasional Prosedur. Jadi, belum sampai pada tahap penghitungan anggaran secara detil,” katanya.

Ingub hanya merupakan prosedur awal. Kalau proses ini bisa diselesaikan, sebelum peralihan itu akan sangat membantu. Teguh menegaskan, pemetaan untuk menentukan anggaran yang akan dihemat dilakukan dengan proses pengecekan secara menyeluruh, baik dari sisi alokasi maupun sumber anggaran. Alokasi anggaran yang akan dihemat ini masih dipetakan.

“Apakah itu dari perjalanan dinas atau mungkin dari rapat-rapat tertentu dan sebagainya. Ini masih dicermati agar selaras dengan arahan pemerintah pusat dan yang nanti tertuang di ingub,” katanya.

Makan

Sebelumnya, Ketua Tim Transisi Pramono Anung-Rano Karno (Doel), Ima Mahdiah mengusulkan agar anggaran makan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jakarta menjadi salah satu bagian (item) yang dihemat.

Ada beberapa penghematan, contoh snack (kudapan) rapat, makan kantor itu kan ternyata sangat mahal mencapai 700 miliar. “Itu yang perlu dihemat,” kata Ima.

Pemerintah telah mengeluarkan instruksi kepada sejumlah pejabat negara termasuk gubernur untuk melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Tujuannya, demi menjaga stabilitas fiskal dan mendukung pelayanan publik yang lebih optimal.

Ima mengatakan sudah berdiskusi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membahas anggaran-anggaran termasuk yang dapat dihemat. Ini akan dimasukkan ke dalam program 100 hari Pramono-Doel.

Sementara itu, anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, William Aditya Sarana, mengatakan perlu ada penambahan pos pemadam kebakaran agar bisa mempercepat proses penanggulangan. “Tidak bisa dipungkiri Jakarta masih kekurangan pos pemadam. Ada beberapa kelurahan yang idealnya punya pos pemadam sendiri tapi belum memilikinya,” kata William.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.