Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seperti Apa Bentuk Bulog ke Depan? Ini Komentar Dirut Wahyu

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 11:11 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Seperti Apa Bentuk Bulog ke Depan? Ini Komentar Dirut Wahyu Doc: istimewa
Ket. Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono mengatakan, dengan status masih sebagai BUMN, Bulog masih terikat dengan regulasi BUMN dan tetap mengacu pada arahan Badan Pangan Nasional (NFA)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono menjawab teki teki seperti apa bentuk Bulog ke depan. Dalam acara temu media di Jakarta, Rabu (22/1) dia menegaskan, tahun ini Bulog masih tetap berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

"Tahun 2025 ini kami tetap dan masih berjalan selaku operator pangan sebagai Perum Bulog, atau sebagai badan usaha milik negara," ungkap Wahyu di Bulog Corporate University, Jakarta, Rabu (22/1).

Dengan status tersebut, Bulog ujar Wahyu masih terikat dengan regulasi BUMN dan tetap akan berada di bawah payung Kementerian BUMN dan mengikuti arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA)

"Maka terikat regulasi, termasuk regulasi BUMN. Semisal, tutup laporan keuangan sesuai regulasi laporan keuangan PSAK (pernyataan standar akuntansi keuangan),"ungkapnya.

Penjelasan Wahyu ini menjawab isu terkait Perum Bulog yang bakal bertransformasi menjadi badan otonom, sekelas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau BPJS Ketenagakerjaan.

Wahyu menguraikan bahwa persiapan proses transformasi Bulog saat ini masih terus jalan. Hal itu sesuai hasil rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI per 5 November 2024, yang mendukung sepenuhnya transformasi kelembagaan Perum Bulog.

Sebagaimana diketahui Bulog rencananya akan berada langsung di bawah Presiden, bukan lagi di bawah Kementerian BUMN. Dalam skemanya Bulog akan menjadi regulator sekaligus operator. "Saat ini kami menunggu tim transformasi dari Presiden Komisi IV sudah setuju transformasi,"ungkap Wahyu. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.