Edukasi MBG Bantu Anak Promosikan Kecukupan Gizi pada Keluarga
Selasa, 21 Jan 2025, 19:36 WIBJAKARTAâ Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan edukasi yang diberikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat menjadikan anak sebagai agen perubahan di keluarga, agar keluarga dapat memilih makanan bergizi dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
Staf Ahli BGN, Ikeu Tanziha, mengatakan di Jakarta, Selasa (21/1), MBG merupakan upaya dalam mempromosikan kesadaran memilih makanan bergizi, seperti yang disoroti oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai tema Hari Gizi Nasional ke-65.
Ikeu menyebutkan menu dalam program MBG disajikan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) oleh Kemenkes.
"Jadi kalau untuk sarapan, itu sekitar 20 sampai 25 persen. Jadi AKGÂ dalam satu kali,dan itu berbeda-beda. Jadi ada untuk balita, untuk anak usia sekolah. Anak usia sekolah juga berbeda-beda, SD, SMP, SMA, termasuk PAUD. Kemudian, untuk ibu hamil juga berbeda," ucapnya.
Dia menyebutkan setiap makan diharapkan guru menerangkan tentang menu MBG yang disajikan agar anak paham tentang makanan yang bergizi. Dengan edukasi demikian, anak dapat mengubah perilaku makannya dan membawa kebiasaan tersebut ke rumah sehingga anggota keluarga lain mengikuti.
Ikeu juga berharap adanya transisi dalam pola konsumsi, mengubah cara pandang anak terhadap makanan Indonesia, dari yang awalnya makan makanan kebarat-baratan, menjadi memakan makanan lokal.
Ikeu menuturkan kebiasaan menyebut makanan Indonesia sebagai makanan tradisional membuat anak-anak tidak mau mengonsumsi pangan lokal.
"Nah, makanan kita itu adalah makanan budaya Indonesia,dan budaya Indonesia juga bukan hanya tradisional, banyak yang kontemporer. Banyak yang kontemporer, yang kekinian," katanya.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, mengatakan saat ini tantangan dalam pola konsumsi berubah. Dahulu masalahnya adalah makanan yang sulit, dan sekarang masalahnya adalah pilihan yang terlalu banyak.
Maria menyoroti tiga masalah nutrisi yang ada di Indonesia, yakni nutrisi yang kurang, defisiensi mikronutrien, dan kelebihan berat badan, termasuk obesitas. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang memilih makanan yang bergizi untuk dikonsumsi guna menangani isu-isu tersebut.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cirebon Krisis Produksi! Pemkot Luncurkan ‘Gapura Pangan’ untuk Amankan Pasokan dari Luar Daerah
-
Tradisi Tumpengan Diusulkan Jadi Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
-
Mudik Lebaran 2026: Terpadu, Aman, dan Efisien Berkat Koordinasi Semua Pihak
-
Program Makan Bergizi Gratis di Papua Barat Daya Belum Merata, Dua Daerah Masih Tertunda
-
Indonesia Masters 2026: Sebanyak 16 Wakil Indonesia dari Lima Sektor ke Babak Kedua
-
MBG Ciptakan 600 Ribu Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Lokal
-
SGC Dorong Petani Lampung Bangkit dengan Skema Kemitraan Tebu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.