Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR kembali temukan satu korban hanyut terseret arus sungai

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 16:25 WIB | Oleh:
Tim SAR kembali temukan satu korban hanyut terseret arus sungai Doc: Antara/HO-Humas SAR Padang
Ket. Tim SAR Padang mengevakuasi korban terseret arus sungai di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Padang -- Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali menemukan satu orang korban hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Pesisir Selatan dalam kondisi meninggal dunia.

"Hari ini pukul 11.50 WIB korban terseret arus sungai atas nama Riki umur 35 tahun, sudah kita temukan dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga (Kasi Ops) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Hendri di Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat.

Hendri mengatakan warga Nagari (desa) Sungai, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan tersebut pertama kali dilaporkan hilang oleh warga pada Selasa 14 Januari 2025 pukul 16.30 WIB.

Dari laporan yang diterima Kantor SAR Padang, Riki diketahui hendak menuju pulang ke rumah setelah bekerja di ladang. Namun, saat menyeberangi sungai tiba-tiba debit atau arus sungai meningkat drastis dan menyeret korban.

Sebelumnya, tim gabungan juga mengevakuasi dua warga Lubuk Begalung, Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan akibat terseret arus sungai pada Minggu (12/1/2025) dalam keadaan meninggal dunia.

Selain di Pesisir Selatan, personel SAR Kelas A Padang juga mengevakuasi seorang korban atas nama Hariman (60) warga Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota dalam keadaan meninggal dunia usai terseret arus sungai.

Atas beberapa kejadian tersebut, Kantor SAR Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai. Apalagi, selama beberapa hari terakhir sejumlah kabupaten dan kota di Ranah Minang diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.