Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Denmark Sebut Trump Masih Enggan Cabut Ancaman Tarif

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 20:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Denmark Sebut Trump Masih Enggan Cabut Ancaman Tarif Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Kopenhagen - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan bahwa Donald Trump yang akan segera dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat masih enggan menarik ancaman tarif terhadap negaranya.

"Sebagaimana yang ditunjukkan dari pihak Amerika, sayangnya, kondisi baru dapat muncul di mana kerja sama kita dengan Amerika di bidang ekonomi berkurang," kata Frederiksen, menyoroti mendesaknya situasi yang dihadapi Denmark, sebagaimana dilaporkan media setempat DR, Kamis.

Usai menyampaikan taklimatnya di hadapan komite luar negeri parlemen Denmark, Folketing, dengan kerahasiaan ketat, PM Denmark menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tak menginginkan konflik dengan pihak AS di bidang perdagangan.

"Namun, tentu saja, kami sedang dalam proses (untuk bersiap) bersama perusahaan, organisasi bisnis, maupun dengan para kolega Eropa," kata dia.

Frederiksen menyebut pembicaraan melalui telepon dengan Donald Trump selama 45 menit pada Rabu (15/1) berlangsung secara "serius", dalam konteks meningkatnya ketegangan bilateral akibat isu Greenland yang menjadi fokus terbaru AS saat ini.

Meski diskusi berlangsung tegang, Frederiksen tetap mengundang Trump untuk mengunjungi Denmark demi memperbaiki hubungan diplomatik.

Meski demikian, masih belum ada rencana konkret terkait kunjungan Trump ke Denmark.

Frederiksen menegaskan kepada Trump dalam panggilan telepon tersebut bahwa kemerdekaan Greenland hanya akan diputuskan oleh rakyat Greenland sendiri.

Sementara itu, sebuah pernyataan dari Kantor PM Denmark menyebut Frederiksen menyoroti pentingnya memperkuat keamanan di kawasan Arktik dan menegaskan kesiapan Denmark bertanggung jawab lebih jauh dalam hal tersebut.

Menanggapi pernyataan PM Greenland Mute Bourup Egede bahwa pulau tersebut "tidak dijual", Frederiksen berkata bahwa "keputusan terkait kemerdekaan diputuskan oleh Greenland sendiri".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.