Ini Kronologi Jebolnya Penangkaran Buaya di Pulau Bulan

Jumat, 17 Jan 2025, 00:16 WIB

Batam - Seksi Konservasi Wilayah II Batam Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengungkap kronologi jebolnya dinding kolam penangkaran buaya di Pulau Bulan, Kota Batam yang mengakibatkan sejumlah buaya keluar dari penangkaran.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam BBKSDA Riau Tommy Steven Sinambela dihubungi Kamis, mengemukakan kejadian jebolnya dinding atau pagar atau tembok kolam penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) dilaporkan terjadi pada Senin (13/1) pukul 06.26 WIB.

Ket. Foto: Tim gabungan BBKSDA Riau, Polsek Bulang, dan instansi lainnya melakukan patroli dan evakuasi buaya penangkaran yang lepas di Pulau Bulang, Sagulung, Kota Batam, Senin (13/1/2025). — Sumber: ANTARA/HO-BBKSDA Riau

“Jebolnya tembok atau pagar kolam itu pertama kali diketahui oleh dua petugas keamanan yang selesai berpatroli,” katanya.

Tanggul atau tembok pagar kolam penangkaran itu jebol di dua titik masing-masing sepanjang lebih kurang 70 meter.

Kejadian tersebut dilaporkan ke manajer perusahaan dan diteruskan ke BBKSDA Riau serta Polsek Bulang.

Siang itu sekitar pukul 12.52 WIB tim dari BBKSDA Riau, Polsek Bulang, Bhabinkamtibmas Batu Legong, Babinsa Batu Legong, Babinsa Pantai Gelam, Babinsa Pulau Buluh, dan Babinpotmar Pulau Mengkada langsung ke lokasi penangkaran di Pulau Bulan untuk melihat kondisi penangkaran tersebut.

Dari pengecekan tersebut, diduga hujan yang turun selama tiga hari berturut-turut tersebut menyebabkan debit atau volume air berlebih atau banjir yang menyebabkan sirkulasi air kolam penangkaran tidak mampu lagi mengontrol volume tiga lapis tanggul atau tembok.

“Pihak penangkaran sudah melakukan pengamanan awal di area kolam untuk mengantisipasi agar buaya yang berada di dalam kolam tidak keluar,” kata Tommy.

Berdasarkan informasi dari pihak penangkaran jumlah buaya yang berada di kolam penangkaran sekitar 200 ekor.

Buaya yang diperkirakan keluar dari kolam penangkaran kurang lebih lima ekor.

“Kami sudah bentuk tim gabungan untuk patroli dari hari kejadian, dan sudah kami dapatkan tiga ekor buaya dari lima ekor yang lepas,” ujarnya.

Sejak kejadian sudah dilakukan pembuatan pagar sementara di sekeliling area kolam penangkaran. Pekerja kolam penangkaran siaga untuk mengantisipasi buaya yang masih berada di dalam kolam.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.