Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Denmark Terpaksa Jual Tiga Pulau di Karibia

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Denmark Terpaksa Jual  Tiga Pulau di Karibia Doc: afp/ Jonathan NACKSTRAND

Tiga Kepulauan Virgin AS yang berada di Laut Karibia di sebelah timur Puerto Riko dan di selatan Kepulauan Virgin Britania Raya dulunya milik Denmark. Kepulauan tropis ini dengan terpaksa dijual karena adanya tekanan. 

1736959213_13f1834083a1a31a5363.jpg

Foto: afp/ Jonathan NACKSTRAND

Pada konferensi pers di perkebunannya di Mar-a-Lago, Florida, pada hari Selasa (9/1), Presiden terpilih AS Donald Trump menegaskan kembali keinginannya untuk memperoleh Greenland yang berada di bawah pemerintahan otonom Denmark. Ia menilai pulau itu penting bagi keamanan nasional negara itu.

Pemimpin Republik tersebut, yang akan dilantik pada tanggal 20 Januari, menolak untuk mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan militer atau ekonomi untuk mencapai tujuan mengambil alih wilayah otonomi Denmark yang 80 persennya diselimuti salju itu.

Sementara itu sekutu-sekutu Presiden terpilih Donald Trump dari Partai Republik di DPR AS tengah berupaya membangun dukungan untuk RUU yang mengesahkan perundingan pembelian Greenland, menurut salinan RUU yang diedarkan untuk para pendukung pada hari Senin. RUU tersebut disebut “Make Greenland Great Again Act.”

Jika nanti upaya pengambilalihan Denmark berhasil, maka hal ini bukan pertama kali bagi AS mengambil alih wilayah di bawah kepemilikan negara Nordik itu. Pada 1917 negara itu mengambil alih Hindia Barat Denmark yang posisinya sangat strategis.

Kepulauan Virgin AS adalah kelompok pulau tropis di Laut Karibia di sebelah timur Puerto Riko dan di selatan Kepulauan Virgin Britania Raya. Sebelum kepulauan yang terdiri dari tiga pulau utama menjadi milik AS, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Denmark.

1736959228_30da08e72f7f78bb6c18.jpg

Foto: afp/ Jonathan NACKSTRAND

Denmark yang saat itu masih dalam kesatuan pribadi dengan Norwegia, juga memiliki ambisi kolonial pada abad ketujuh belas. Mengikuti contoh Perusahaan India Barat, Denmark dan Norwegia mendirikan kompagni Vestindisk-Guineaisk, Perusahaan India Barat dan Guinea, pada tanggal 11 Maret 1671.

Seorang sejarawan Edwin Ruis MA menulis pada lama Historiek menurutkan, perusahaan telah diberikan hak eksklusif paten kerajaan untuk pengiriman dari Hindia Barat ke Denmark dan Norwegia dan hak untuk menduduki pulau Saint Thomas. Kolonisasi Inggris sebelumnya di pulau itu telah gagal.

Pada tahun 1674 perusahaan tersebut juga mengambil alih Compagnie Glückstadt Denmark dan perdagangan budaknya di Guinea Denmark (Ghana). Perusahaan ini baru benar-benar berkembang pada tahun 1690-an, ketika permintaan akan budak meningkat.

Pada tahun 1718 pulau Saint John di dekatnya direbut. Seperti sebelumnya di Saint Thomas, penjajah Inggris telah pergi, sehingga pulau itu hampir kosong. Pada tahun 1733 pulau Saint Croix dibeli dari Perancis, yang terbesar dari ketiganya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.