Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Sorotan IRENA, Transisi Energi Indonesia Lamban

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Jadi Sorotan IRENA, Transisi Energi Indonesia Lamban Doc: antara
Ket. Pembangunan Ekonomi - Penambahan Kapasitas Energi Kotor 6.632 MW, sementara EBT Hanya 849 MW

JAKARTA - Realisasi transisi energi di Indonesia berjalan sangat lamban meskipun potensi sumber energi baru dan terbarukan sangat berlimpah. Indikasinya, peningkatan kapasitas energi nasional sampai saat ini masih didominasi sumber energi fosil.

Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) mencatat penambahan kapasitas energi di Indonesia didominasi oleh energi yang tidak terbarukan, termasuk fosil, yakni sebesar 6.632 MW. Di sisi lain terdapat penambahan kapasitas energi terbarukan di Indonesia mencapai 849 MW, dengan rincian energi surya (324 MW), bioenergi (288 MW), serta panas bumi/geothermal (237 MW).

Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) Francesco La Camera menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang menuai perhatian khusus dari badan tersebut dalam bidang transisi energi.

“Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang memiliki outlook domestik dari IRENA,” ujar La Camera setelah menghadiri pembukaan Sidang Majelis Umum ke-15 IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1).

Sidang Majelis Umum Ke-15 IRENA digelar untuk mempercepat transisi energi di tingkat global, terlebih di tengah terombang-ambingnya bahan bakar fosil akibat konflik di Timur Tengah yang mengancam ketahanan energi, serta cuaca ekstrem di seluruh dunia.

Merujuk pada outlook domestik Indonesia, La Camera menjelaskan Indonesia menuai perhatian khusus, sebab negara tersebut menjadi kunci transisi energi, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara dengan konsumsi energi tertinggi se-Asia Tenggara, dan kebutuhan akan energi tersebut akan terus meningkat di Indonesia, selaras dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi.

Di sisi lain, La Camera juga menyoroti sumber daya terbarukan yang melimpah di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk menggerakkan transisi energi, dari fosil menjadi energi berkelanjutan.

Tak terbatas mengatasi permasalahan perubahan iklim, posisi strategis tersebut juga memungkinkan Indonesia untuk menjamin ketahanan dan keterjangkauan energi.

“Outlook itulah yang menggambarkan peran Indonesia (di sektor transisi energi) bagi kami,” kata La Camera.

Realisasi Lamban

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan porsi EBT dalam bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025. Namun, target tersebut disangsikan bakal tercapai tahun ini.

Pasalnya, pada 2023, bauran EBT masih berada di angka 13,21 persen dari total energi yang ada. Padahal, pemerintah telah menargetkan transisi energi pada 2023 sebesar 17,9 persen sebagai wujud komitmennya untuk mencapai target pada 2025.

Menurutpengamat Ekonomi Energi UGM, Dr. Fahmy Radhi, MBA, salah satu penyebab tidak tercapainya target EBT karena kebijakan transisi energi setengah hati. Bahkan kebijakan tersebut cenderung kontradiktif dengan percepatan program transisi energi.

“Salah satunya, Pemerintah masih menoleransi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara,” katanya di Kampus UGM, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.