Waspada, Aktivitas Gunung Ili Lewotolok Masih Tinggi

Senin, 06 Jan 2025, 00:01 WIB

Labuan Bajo– Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan berdasarkan data pemantauan instrumental terhadap Gunung IIi Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas vulkanik gunung menunjukkan kegempaan serta visual yang masih tinggi.

"Tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok masih di level ll (waspada)," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Minggu (5/1).

Ket. Foto: Gunung IIi Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). — Sumber: ANTARA

Dia menjelaskan bahwa hasil pengamatan visual pada periode 1–31 Desember 2024, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 5–400 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, barat, dan barat laut.

Lebih lanjut, pada tanggal 1–4 Januari 2024, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 10–100 meter dari puncak.

"Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur, tenggara, barat dan barat laut," ujarnya.

Pada tanggal 5 Januari 2025, teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang tinggi mencapai 20–100 meter dari puncak, angin lemah ke arah tenggara.

Sementara itu, hasil pengamatan kegempaan Gunung Ili Lewotolok pada tanggal 1–31 Desember 2024 terekam sebanyak 394 kali gempa Hembusan, satu kali gempa Tornillo, satu kali gempa hybrid, 43 kali gempa Vulkanik Dangkal, 183 kali gempa Vulkanik Dalam, 48 kali gempa Tektonik Lokal, dan 50 kali gempa Tektonik Jauh.

Selanjutnya, pada tanggal 1–4 Januari 2024 terekam sebanyak 44 kali gempa Hembusan, tiga kali gempa Vulkanik Dangkal, delapan kali gempa Vulkanik Dalam, enam kali gempa Tektonik Lokal dan delapan kali gempa Tektonik Jauh.

Lalu pada tanggal 5 Januari 2024 hingga Pukul 12.00 WITA, terekam sembilan kali gempa Hembusan, satu kali gempa Vulkanik Dangkal, satu kali gempa Vulkanik Dalam, satu kali gempa Tektonik Lokal dan satu kali gempa Tektonik Jauh.

Wafid juga mengatakan secara umum teramati adanya peningkatan aktivitas di kawah berupa embusan asap berwarna putih hingga kelabu dari sebelumnya hanya berwarna putih.

"Perubahan warna asap ini mengindikasikan adanya material dari dalam kawah atau dinding kawah yang terbawa saat embusan terjadi," kata Wafid.

Ia juga menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan instrumental, hingga tanggal 5 Januari 2024, data seismik menunjukkan gempa Hembusan masih mendominasi aktivitas, namun peningkatan signifikan terjadi untuk gempa Vulkanik Dangkal dan Vulkanik Dalam selama bulan Desember 2024 yang mencapai 43 kali dan 183 kali kejadian.

Adapun rata-rata harian untuk gempa Vulkanik Dangkal hanya satu kejadian per hari dan gempa Vulkanik Dalam berkisar 1–5 kejadian per hari.

"Kemunculan gempa Vulkanik Dangkal dan Vulkanik Dalam ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan atau stres signifikan pada tubuh Gunung Ili Lewotolok, yang berkaitan dengan suplai magmatik dangkal dan dalam," katanya.

Lebih lanjut, peningkatan aktivitas seismik ini belum teramati secara signifikan dari data deformasi, seperti pada hasil pengamatan deformasi dengan metode Tiltmeter, yang menunjukkan perubahan Tilt yang masih perlahan atau kecil.

"Demikian juga dari pengukuran jarak dengan EDM (Electronic Distance Measurement) menunjukkan adanya sedikit pemendekan nilai Tilt yang mengindikasikan perubahan deformasi inflasi atau penggembungan pada tubuh Gunung IIi Lewotolok yang belum signifikan," katanya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.