Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesehatan Konsumen Bisa Terancam, Keamanan Pangan di Pasar Tradisional Masih Kurang

📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kesehatan Konsumen Bisa Terancam, Keamanan Pangan di Pasar Tradisional Masih Kurang Doc: Antara
Ket. Keamanan Pangan di Pasar Tradisional Masih Kurang

JAKARTA – Keamanan pangan di pasar tradisonal masih kurang, berdasarkan temuan Satgas Pangan Daerah dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Daerah di sejumlah tempat. Hal itu tentunya mengancam keamanan dan kesehatan konsumen.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Mutu dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Brigjen Pol Hermawan mengatakan hasil pemantauan menunjukkan mayoritas pelaku usaha di pasar modern telah menerapkan standar keamanan dan mutu pangan memadai, termasuk penyediaan informasi asal usul pangan segar.

"Namun, di pasar tradisional, beberapa tantangan masih ditemukan, terutama terkait zonasi produk yang belum optimal dan minimnya klaim label keamanan pangan segar pada komoditas tertentu," ungkapnya, Jumat (3/1).

Bapanas, tegasnya, akan menggunakan hasil pantauan ini sebagai dasar untuk menyusun standar keamanan pangan pada 2025. Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan yang ditemukan dan meningkatkan efektivitas pengawasan di masa mendatang.

“Kami mendorong penerapan zonasi yang jelas dan pengawasan yang lebih ketat terhadap klaim keamanan pangan. Ini penting untuk memastikan konsumen mendapatkan informasi yang akurat dan pangan segar yang aman dikonsumsi,” ungkap Hermawan.

Adapun Bapanas terus memperkuat komitmennya dalam melindungi masyarakat Indonesia dari potensi risiko konsumsi pangan segar yang membahayakan. Untuk itu, sepanjang 2024, Bapanas memantau pasar tradisional dan modern di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk pemantauan secara intensif pada momentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Dia menegaskan keamanan pangan menjadi aspek fundamental dalam melindungi kesehatan masyarakat. Karenanya, Bapanas berkomitmen memastikan setiap tahap distribusi pangan segar memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga konsumen dapat merasa aman dan percaya terhadap produk yang mereka konsumsi.

Pemantauan tersebut dilakukan bersama Satgas Pangan Daerah dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Daerah serta pihak terkait lainnya. Pemantauan yang dilakukan Satgas Pangan Daerah dan OKKP mencakup evaluasi penerapan standar, zonasi, klaim, dan tata kelola pangan segar yang baik.

Hingga Desember 2024, tim Bapanas mengunjungi lebih dari 100 pasar, terdiri atas 70 pasar tradisional seperti Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta, Pasar Beringharjo di Yogyakarta, dan Pasar Badung di Bali, serta 30 pasar modern dan retail besar di kota-kota seperti Medan, Surabaya, dan Makassar.

Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. “Pemantauan ini tidak hanya untuk menilai kepatuhan terhadap standar, tetapi juga menjadi upaya preventif agar potensi risiko keamanan pangan dapat diminimalisasi sejak awal. Dengan kerja sama yang erat, kita bisa menciptakan sistem pangan yang lebih terpercaya dan berkelanjutan,” jelas Yusra.

Konsumsi Sehat

Sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mengelola ketahanan pangan, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menegaskan komitmen jajarannya untuk memastikan pangan segar yang beredar aman dan berkualitas. “Keamanan pangan adalah kunci menuju pola konsumsi yang lebih sehat. Dengan pengawasan yang ketat dan penerapan standar yang baik, kami percaya masyarakat Indonesia dapat menikmati pangan segar tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan,” ujar Arief.

Melalui berbagai upaya tersebut, Bapanas tak hanya memberikan rasa aman bagi konsumen, melainkan juga mendorong pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab dalam menyediakan pangan yang layak dan berkualitas. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.