Selamat Jalan Atmakusumah

Kamis, 02 Jan 2025, 16:35 WIB

JAKARTA – Dunia pers Indonesia kehilangan salah satu tokohnya, Atmakusumah Astraatmadja (86), yang meninggal pada hari Kamis (2/1) pukul 13.05 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Dia sempat dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU). "Ayah sempat dirawat di ICU RSCM karena gagal ginjal. Mohon doa bagi ayah," kata putra kedua Atmakusumah, Rama Ardana, dikutip antara, Kamis.

Ket. Foto: atmakusumah — Sumber: ist

Rama juga menyampaikan bahwa keluarga berterima kasih kepada Tim Tenaga Kesehatan RSCM. Tim dokter dan paramedis RSCM sempat memberikan perawatan Atmakusumah menggunakan alat terapi untuk melanjutkan fungsi ginjal.

Atmakusumah pernah jadi Ketua Dewan Pers 2000-2003 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers hasil Gerakan Reformasi.

Dia menjadi ketua pertama Dewan Pers dari tokoh masyarakat. Sebelumnya, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers (UU Pokok Pers) Dewan Pers notabene diketuai Menteri Penerangan Republik Indonesia.

Karier jurnalistik Atmakusumah bermula pada usia 20 tahunan di harian Indonesia Raya medio 1950-an hingga Koran itu tutup pada tahun 1958.

Atmakusumah bergabung kembali menjadi redaktur pelaksana saat harian Indonesia Raya terbit kembali pada tahun 1968. Dia eksis sampai dibredel Pemerintah Orde Baru pada tahun 1974 yang dikaitkan dengan pemberitaan Malapetaka 15 Januari (Malari).

Atma sempat berkarier menjadi koresponden Pers Biro Indonesia 1960 yang melebur ke Kantor Berita Antara pada tahun 1962 saat berkelana di Benua Eropa. Dia juga menjadi ketua Serikat Sekerja Antara saat kembali ke Jakarta tahun 1966-1968.

Atmakusumah juga pernah komentator isu dalam negeri dan luar negeri di RRI, Radio Australia (ABC) di Melbourne, Radio Jerman (Deutsche Welle), asisten pers dan spesialis Layanan Informasi Amerika Serikat (United States Information Service/USIS, 1974-1992).

Kemudian Atma menjadi Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dokter Soetomo (LPDS, 1993-2002).

Dia juga menulis dan menyunting buku, termasuk Tahta untuk Rakyat yang mengisahkan Sultan Hamengku Buwono IX.

Atmakusumah meraih Anugerah Ramon Magsaysay pada tanggal 31 Agustus 2000 untuk kategori Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif dari The Ramon Magsaysay Award Foundation di Manila, Filipina.

Atmakusumah lahir pada tanggal 20 Oktober 1938 di Labuan, Banten, dari keluarga Joenoes Astraatmadja yang pernah menjadi asisten wedana, wedana, dan pejabat Bupati Bekasi.

Pasangan suami istri Atmakusumah-Sri Rumiati dikarunai tiga putra, Kresnahutama Astraatmadja alias Tamtam (produser film dan pendiri Pikser Indonesia Production di Jakarta).

Kemudian, Rama Ardana Astraatmadja (produser film dan penyunting buku di Yogayakarta). Terakhir, Tri Laksmana Astraatmadja (doktor astrofisika partikel di Baltimore, AS).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

Demi Ketahanan Pangan, Tiap Desa Mesti Membangun Dua Hektare Makanan

Warga Kalbar Semakin Melek Transaksi Elektronik, Angka QRIS Mencapai Rp6,5 Triliun  

Harga Beras Kualitas Medium di Lebak dalam Dua Bulan Terakhir Relatif Stabil ‎

Raja Salman Sampaikan Dukacita atas Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia.

Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS pada Senin (17/8), Kompak Naik di Pegadaian

Sosok Kolonel Priyo Handoyo, Dandim Kota Semarang yang Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Bulog NTT Tambah 10 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Ada Pameran Sejarah Kemerdekaan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta bagi Korban Gempa NTT

Paskibraka Siap Jalankan Tugas Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka.

Telkom Buka Internet Gratis di Lokasi Pengungsian Gempa NTT, Warga Bisa Tetap Terhubung

Siswi SMA 1 Palembang Caliya Azaria Ivana Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI.

Harga Emas Antam pada HUT Ke-81 RI, Naik Jadi Rp2.677.000/ Gram 

17 Penerjun Kopassus Taklukkan Ketinggian 10.000 Kaki dalam Victory Jump di Monas.

HUT ke-81 RI, Gubernur Pramono Ungkap Arah Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global

HUT ke-81 RI di Papua Pegunungan, Upacara di Wamena Berlangsung Lancar.

Cincinnati Open 2026: Janice Tjen Lewati Drama Tiga Set untuk Melaju ke Babak 32 Besar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.