Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Baru Mesti Tuntaskan Berbagai Masalah

📅 Kamis, 02 Jan 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Gubernur Baru Mesti Tuntaskan Berbagai Masalah Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza.
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2024).

JAKARTA – Gubernur baru Jakarta diingatkan untuk merampungkan berbagai masalah metropolitan yang selama ini terjadi. Masalah tersebut antara lain kemacetan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi metropolitan. Pesan ini disampaikan Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi.

“Sebagai kota besar Jakarta tentu memiliki masalah-masalah krusial. Ini terutama masalah kemacetan, perumahan tak layak huni, pendidian, dan perekonomian,” kata Teguh di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa. Selain itu, ada juga masalah kesehatan.

“Di luar itu, Jakarta juga mempunyai masalah banjir,” katanya. Teguh megungkapkan semua itu saat mengunjungi panggung hiburan dalam rangka menyambut Tahun Baru 2025.

Teguh mengakui seringkali menyampaikan bahwa Jakarta merupakan barometer berbagai kebijakan yang akan dilihat daerah lain. Maka, Jakarta menjadi sorotan dan etalase secara nasional maupun internasional.

Banjir bisa datang karena hujan intensif tinggi, luapan sungai, ataupun rob. Ini harus diatasi. “Tapi tak kalah krusial adalah soal kesejahteraan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. Semua ini harus dicarikan solusi untuk dituntaskan,” ujar Teguh.

Teguh berharap untuk pemimpin Jakarta selanjutnya bisa menyelesaikan berbagai masalah Jakarta termasuk memperbaiki sarana dan prasarana Jakarta. Lalu, Jakarta juga masih dihadapkan dengan masalah sanitasi, air bersih, Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). “Kita juga mesti membenahi kesehatan ataupun transportasi yang semakin terintegrasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Teguh mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta sudah melakukan berbagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Dia mengaku sudah mencoba beberapa waktu. Ada upaya-upaya terkait masalah perumahan untuk masyarakat penghasilan rendah. Coba juga merampungkan, kesehatan yang terintegrasi.

Menurut Teguh, untuk membangun satu daerah perlu waktu lama, tidak cukup dua atau tiga bulan saja, tapi harus berkelanjutan. Teguh berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait dapat terus membantu Jakarta untuk lebih baik ke depannya.

Soal UMKM

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup, mencoba memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Jakarta. Salah satu jalan yang ditempuh, menggagas program pemilahan sampah organik untuk budi daya manggot.

“Sampah-sampah organik itu setelah dipilah di tempat pengelolaan sampah dengan metode reduce, reuse, recycle atau TPS3R bisa untuk pembudidayaan maggot,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono.

Diaz menjelaskan, gagasan ini telah dibahas bersama Dinas Lingkungan Hidup Jakarta untuk mengurangi pengiriman volume sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi. Sampah organik yang diterima akan dipilah terlebih dulu di TPS3R kemudian dikirimkan ke pembudidaya maggot.

“Dengan memberikan sampah ke pembudidaya maggot, semoga jumlah sampah organik yang masuk ke Bantar Gebang menurun,” ujarnya. Nantinya diharapkan para pembudi daya maggot bisa mengembangkan usahanya dengan membuat produk seperti pupuk organik.

Adapun untuk mewujudkan gagasan ini, dia juga menggandeng manajemen Hotel, Restaurant dan Kafe (Horeka) untuk berpartisipasi mengelola sampah masing-masing. “Bulan Januari ini, kita coba mulai dari lingkup terkecil dari salah satu TPS3R. Kita bekerja sama dengan Horeka Jakarta,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.