Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sambut Tahun Baru, Sekjen PBB Serukan Persatuan Hadapi Krisis Dunia

📅 Selasa, 31 Des 2024, 15:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sambut Tahun Baru, Sekjen PBB Serukan Persatuan Hadapi Krisis Dunia Doc: Anadolu
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres dalam sambutan Tahun Baru 2025 melalui siaran video, Senin (30/12)

HAMILTON - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, dalam sambutan Tahun Baru 2025, mendorong pemimpin dan masyarakat internasional menghadapi krisis dunia dengan persatuan dan tekad bersama.

"Sepanjang 2024, harapan sulit dicari. Peperangan mengakibatkan rasa sakit yang parah, penderitaan, dan memaksa orang-orang mengungsi. Kesenjangan dan perpecahan juga marak, sehingga memantik ketegangan dan ketidakpercayaan," ucap Guterres melalui siaran video, Senin (30/12).

Ia juga menyoroti 10 tahun terakhir, termasuk 2024, sebagai tahun-tahun dengan suhu terpanas sepanjang catatan sejarah. Untuk itu, ia mendesak semua pihak menjalankan tindakan konkret pada 2025 untuk memangkas emisi dan memacu transisi energi terbarukan.

"Kerusakan iklim berlangsung secara nyata. Kita harus segera keluar dari jalan menuju kehancuran ini -- dan kita tak boleh membuang waktu," kata Sekjen PBB.

"Di tahun 2025, negara-negara harus membawa dunia ke jalur yang lebih aman dengan secara drastis memangkas emisi serta mendukung transisi menuju masa depan yang lebih terbarukan," ujarnya.

Meski ada "masa-masa tergelap", ia mengaku melihat bahwa harapan tetap memicu perubahan, sebagaimana didorong oleh para aktivis, pekerja kemanusiaan, negara-negara berkembang yang memperjuangkan keadilan, serta para ilmuwan yang terus menciptakan inovasi.

Ketika menyoroti Pakta Masa Depan yang disahkan pada 2024, Guterres menyebut dokumen tersebut sebagai "dorongan baru untuk menciptakan perdamaian melalui pelucutan dan pencegahan" senjata nuklir.

Sekjen PBB mengatakan bahwa, selain melalui pelucutan nuklir, pakta tersebut berupaya menciptakan perdamaian melalui reformasi sistem keuangan global dan memastikan teknologi mengutamakan manusia dan HAM.

"Memang tak ada jaminan atas apa yang akan terjadi pada 2025, namun saya berjanji akan terus bersama mereka yang berjuang menciptakan masa depan yang lebih damai, setara, stabil, dan sehat untuk semua orang," kata dia.

"Bersama, kita bisa membuat 2025 sebagai awal baru, bukan sebagai dunia yang terpecah, tapi sebagai bangsa-bangsa yang bersatu," tutur Guterres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.