Jalur Wisata Penghubung di Pegunungan Alpen Kembali Dibuka

Minggu, 29 Des 2024, 22:01 WIB

Setelah tiga bulan renovasi intensif, Terowongan Mont-Blanc, yang menghubungkan Prancis dan Italia di bawah Pegunungan Alpen, akhirnya kembali dibuka. Perbaikan pada salah satu terowongan terdalam di dunia ini menjadi kabar baik bagi para wisatawan yang merencanakan perjalanan darat melintasi Eropa di tahun 2025. Terowongan sepanjang 11 kilometer ini telah menjalani rekonstruksi besar pada bagian sepanjang 600 meter, yang menjadi salah satu proyek renovasi terpenting dalam sejarahnya.

Dilansir dari EuroNews, terowongan Mont-Blanc pertama kali dibuka pada tahun 1965, menghubungkan Chamonix di Haute Savoie, Prancis tenggara, dengan Courmayeur di Lembah Aosta, Italia barat laut. 

Ket. Foto: — Sumber: Travel and Tour World

Terowongan ini merupakan bagian dari jalur Eropa utara-selatan, E25, yang membentang dari Hook of Holland hingga Palermo, Sisilia. Letaknya yang berada 2.480 meter di bawah puncak Aiguille du Midi menjadikannya terowongan terdalam kedua di dunia setelah Gotthard Base Tunnel di Swiss.

Pada tahun 2024, serangkaian penutupan dilakukan untuk berbagai pekerjaan pemeliharaan, termasuk latihan keamanan dan renovasi struktural pada bagian atap terowongan. Proyek ini melibatkan lebih dari 150 pekerja yang bekerja tanpa henti selama 24 jam sehari, dengan total waktu pengerjaan mencapai 150.000 jam. 

Selama 15 minggu, teknologi rekonstruksi diuji pada dua bagian sepanjang 300 meter untuk menemukan metode paling efektif yang nantinya akan diterapkan pada bagian lain terowongan.

Renovasi tambahan sepanjang 600 meter direncanakan pada tahun 2025, meskipun jadwal pastinya belum diumumkan. Ke depannya, renovasi besar pada seluruh panjang terowongan kemungkinan akan dilakukan. 

Pemerintah Prancis dan Italia sedang berdiskusi mengenai opsi terbaik, yaitu dengan menutup terowongan sepenuhnya selama empat tahun untuk menyelesaikan renovasi sekaligus, atau melakukan penutupan tahunan selama empat bulan dalam beberapa dekade mendatang.

Meskipun Terowongan Mont-Blanc ditutup, para wisatawan tetap memiliki beberapa alternatif rute untuk melintasi Prancis dan Italia, meskipun waktu perjalanan akan bertambah. Rute alternatif ini juga dapat lebih hemat biaya, mengingat tarif tol untuk satu kali perjalanan melalui terowongan ini adalah 51 poundsterling, sementara tiket pulang-pergi dikenakan 64,20 pound sterling.

Sekitar 160 km di selatan Mont-Blanc, Terowongan Fréjus menghubungkan Modane di Prancis dengan Bardonecchia di Italia. Rute ini sering menjadi pilihan bagi kendaraan berat, dengan tarif satu arah 54,10 poundsterling dan tiket pulang-pergi 67,50 pound sterling. Pelanggan dengan kartu langganan seperti TMB atau Eurotoll dapat menggunakan kedua terowongan ini tanpa perlu membayar tambahan, dan masa berlaku kartu diperpanjang selama empat bulan untuk menyesuaikan dengan penutupan sebelumnya.

Pilihan lain adalah Terowongan Grand-Saint-Bernard yang menghubungkan Martigny di Swiss dengan Saint-Rhémy-en-Bosses di Italia, dengan tarif satu kali perjalanan sebesar 31 pound sterling. 

Beberapa jalur pegunungan juga tersedia, seperti Col du Petit-Saint-Bernard dan Col des Montets, meskipun keduanya sering tertutup selama musim dingin akibat salju tebal.

Bagi mereka yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih indah, jalur Mont Cenis dan Montgenèvre menawarkan pemandangan spektakuler, meskipun aksesnya terbatas selama musim dingin. 

Jalur Montgenèvre, yang menghubungkan Briançon di Prancis dengan Cesana Torinese di Italia, adalah salah satu rute populer yang terletak lebih jauh di selatan Mont-Blanc.

Dengan kembalinya Terowongan Mont-Blanc ke operasional, perjalanan antara Prancis dan Italia kini menjadi lebih nyaman, meskipun tantangan renovasi di masa depan tetap menjadi perhatian utama. Terowongan ini tidak hanya menjadi jalur penting bagi transportasi lintas negara, tetapi juga simbol rekayasa teknik modern yang terus berkembang.

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.