SDM dan Infrastruktur Tak Kuat Topang Pertumbuhan Ekonomi Digital

Jumat, 20 Des 2024, 00:00 WIB

JAKARTA – Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air terkendala kualitas sumber daya manusia (SDM) rendah dan infrastruktur tak merata. Bahkan tahun depan, tantangan ekonomi digital makin berat seiring penerapan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen. 

Peneliti Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Rani Septya, melihat kesiapan SDM di Indonesia masih minim dalam mengoptimalikan peluang ekonomi digital. Skor Human Capital Index (HCI) Indonesia tertinggal dibandingkan sejumlah negara Asia, seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Tiongkok.

Ket. Foto: Tantangan Perekonomian l Pertumbuhan Sektor Ekonomi Digital pada 2025 Diprediksi Melambat — Sumber: istimewa

"Dengan skor 0,54 pada 2020, jauh di bawah Vietnam (0,69) dan negara lainnya, Indonesia menunjukkan stagnasi dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan tenaga kerja," tegasnya dalam proyeksi Celios pada 2025, Kamis (19/12).

Selain itu, daya saing digital secara global atau Global Digital Competitiveness Index Indonesia masih di bawah sejumlah negara tetangga, yakni Thailand, Malaysia, dan Singapura. "Masih rendahnya kualitas modal manusia ini menghambat daya saing Indonesia di pasar global dan menuntut upaya yang lebih besar dalam memperkuat sistem pendidikan serta pengembangan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja modern," papar Rani.

Masalah itu, terangnya, kian diperparah dengan penurunan investasi sehingga menyebabkan tingginya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dikenal sebagai “tech winter”. Menurutnya, pelemahan daya tarik investasi terlihat dari penurunan kontribusi Indonesia terhadap total investasi digital Asia Tenggara, menjadi 25 persen pada semester I-2022 dari 38 persen pada 2020.

“Meskipun (Indonesia) masih menjadi destinasi terbesar kedua (di Asia Tenggara) setelah Singapura,” ujarnya.

Rani menjelaskan persaingan regional semakin ketat dengan kemunculan Vietnam dan Filipina sebagai alternatif destinasi investasi digital yang menarik karena dukungan regulasi, pertumbuhan ekonomi digital, dan penetrasi teknologi.

Selain itu, kesenjangan infrastruktur juga menghambat daya saing ekonomi digital di Tanah Air. Hingga Juli 2024, penyaluran pinjaman daring di luar Pulau Jawa baru mencapai 188,45 triliun rupiah, jauh tertinggal dibandingkan Pulau Jawa sebesar 737,31 triliun rupiah.

"Ketimpangan ini disebabkan oleh infrastruktur digital yang belum merata, rendahnya literasi keuangan dan digital di luar Jawa, serta terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi dan edukasi terkait fintech," tandasnya.

Diprediksi Melambat

Sementara itu, Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, memproyeksikan pertumbuhan sektor ekonomi digital pada 2025 melambat karena kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen. Sektor perdagangan daring atau e-commerce pada 2024 diperkirakan mencapai 468,6 triliun rupiah atau meningkat tiga persen 2023 dengan nilai transaksi hanya 453,7 triliun rupiah.

Namun, Huda sangsi peningkatan tersebut berlanjut tahun depan. "Pada 2025, sektor perdagangan daring diprediksikan hanya meningkat 0,5 persen menjadi 471 triliun rupiah. Keadaan ini disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat dan potensi kenaikan tarif PPN (12 persen) sehingga membuat masyarakat menahan daya beli," ucap Huda.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.