Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendes: Kolaborasi Sukseskan Perhutanan Sosial Lintas Desa

📅 Rabu, 18 Des 2024, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendes: Kolaborasi Sukseskan Perhutanan Sosial Lintas Desa Doc: ANTARA/Tri Meilani Ameliya
Ket. Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kemendes PDT Ivanovich Agusta

JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (Kemendes PDT) menyampaikan bawah kolaborasi dari berbagai pihak terkait menjadi salah satu faktor utama yang mampu menyukseskan program Perhutanan Sosial Lintas Desa.

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDT Ivanovich Agusta menyampaikan para pihak terkait itu di antaranya adalah Kemendes PDT, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, hingga perangkat desa dan tenaga pendamping profesional desa.

"(Kolaborasi) Dari Dinas KLHK, perangkat desa, kepala desa, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), serta dari tenaga pendamping profesional. Itu yang kemudian membuat kolaborasi itu berhasil membuat kegiatan Perhutanan Sosial Lintas Desa, bahkan sudah mulai menguntungkan," ujar pria yang akrab disapa Ivan itu dalam Webinar Bulanan BPI, seperti dipantau di Jakarta, Rabu (18/12).

Diketahui, Program Perhutanan Sosial diluncurkan pada 1 November 2017 di Provinsi Jawa Barat. Program itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan petambak, serta memeratakan ekonomi.

Perhutanan Sosial merupakan kebijakan yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaan Perhutanan Sosial, masyarakat mendapatkan pengukuhan dari pemerintah untuk mengelola hutan selama 35 tahun. Hak yang diberikan kepada masyarakat itu adalah hak pakai atau hak pengelolaan, kecuali untuk hutan adat yang memberikan hak milik atas lahan hutan.

Ivan lalu berharap Webinar Bulanan BPI yang bertajuk "Pedoman Pengelolaan Perhutanan Sosial oleh BUMDes/BUMDesma dan Kolaborasi Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial" itu dapat memberikan dampak positif, seperti mengoptimalkan pelaksanaan program Perhutanan Sosial yang dapat menyejahterakan warga desa.

Sebelumnya, Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kemendes PDT Sumarlan telah menyampaikan bahwa pengembangan perhutanan sosial, seperti hutan desa, dapat menghasilkan produk pangan lokal yang mendunia.

“Kalau pengembangan lahan-lahan di perhutanan nasional termasuk hutan desa digarap dengan baik, dengan hati, terutama yang berkenaan dengan pangan lokal, insya Allah jadi pangan global,” kata Marlan, sapaan akrab Sumarlan.

Ia lantas mencontohkan keberhasilan itu telah dicapai oleh salah satu desa di daerah Purwodadi, Jawa Tengah. Marlan mengatakan para petani di Purwodadi itu berhasil mengembangkan tanaman okra yang diminati Jepang dan Korea Selatan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.