Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Ratifikasi Pakta Pertahanan Utama dengan Jepang

25 Selasa, 17 Des 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Ratifikasi Pakta Pertahanan Utama dengan Jepang Filipina Ratifikasi Pakta Pertahanan Utama dengan Jepang Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Anggota Pasukan Bela Diri Jepang menaiki kendaraan tempur amfibi saat ikut serta dalam latihan gabungan dengan militer Filipina di San Antonio, Provinsi Zambales pada Oktober 2018 lalu.

MANILA - Filipina pada Senin (16/12) meratifikasi pakta pertahanan utama dengan Jepang yang memungkinkan mereka untuk mengerahkan pasukan di wilayah masing-masing, sekaligus meningkatkan hubungan untuk melawan tekanan Tiongkok yang semakin meningkat.

Kedua negara tersebut merupakan sekutu lama Amerika Serikat (AS), yang telah memperkuat aliansinya untuk menghalangi klaim teritorial Tiongkok yang disengketakan di Pasifik.

“Pakta tersebut, yang juga memungkinkan peningkatan latihan tempur gabungan, diratifikasi oleh Senat Filipina tanpa suara negatif atau abstain,” kata Presiden Senat Filipina, Francis Escudero.

Kedutaan Besar Jepang mengatakan, para legislator di Tokyo juga perlu memberikan suara melalui perjanjian itu sebelum mulai berlaku.

"Ratifikasi Perjanjian ini semakin menegaskan kemitraan strategis antara kedua negara dan tujuan bersama mereka untuk meningkatkan kontribusi terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas regional dan internasional," kata senat dalam sebuah pernyataan.

“Perjanjian ini akan memperluas kerja sama pertahanan Filipina dan Jepang di wilayah maritim di tengah tantangan keamanan bersama,” imbuh senat.

Para negosiator dari kedua negara selesai menengahi pakta tersebut pada Juli lalu, setelah tujuh bulan perundingan.

Walau di masa lalu Jepang menginvasi Filipina selama Perang Dunia II, kini mereka memiliki hubungan militer yang sama dengan AS dan semakin berselisih dengan Tiongkok.

Saat ini Jepang menampung sekitar 54.000 tentara Amerika, tetapi berselisih dengan Tiongkok mengenai kepemilikan pulau-pulau yang dikuasai oleh Tokyo di Laut Tiongkok Timur (LTT). Kapal-kapal Filipina dan Tiongkok pun kerap bentrok di sekitar beting yang disengketakan yang direbut Beijing dari Manila pada tahun 2012.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang merupakan jalur perdagangan senilai 5 triliun dollar AS setiap tahunnya, dan telah menepis putusan pengadilan internasional bahwa klaimnya itu tidak memiliki dasar hukum.

Kapal AS

Sementara itu dari Kamboja dilaporkan bahwa sebuah kapal perang AS pada Senin telah berlabuh di negara di Asia tenggara itu, hanya beberapa kilometer dari pangkalan angkatan laut yang direnovasi Tiongkok, dalam persinggahan pelabuhan militer Amerika pertama ke salah satu sekutu regional terdekat Beijing dalam delapan tahun.

Hubungan Washington DC dengan Phnom Penh telah memburuk selama bertahun-tahun, dengan Tiongkok menggelontorkan miliaran dollar untuk investasi infrastruktur di bawah mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.

“Personel Angkatan Laut Kamboja menyambut kedatangan USS Savannah di kota pelabuhan selatan Sihanoukville pada Senin,” lapor reporter AFP.

Sejak 2022, Tiongkok telah mendanai renovasi pangkalan Angkatan Laut Ream, sekitar 30 kilometer dari Sihanoukville, yang awalnya dibangun sebagian menggunakan dana AS.

Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan pada Jumat (13/12) lalu bahwa kunjungan lima hari tersebut bertujuan untuk memperkuat dan memperluas persahabatan dan mempromosikan kerja sama bilateral. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
Ekonomi
Di WCCE 2026, Kementerian E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.