Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampai Kapan Ini Surutnya, Ratusan Rumah di Pesisir Utara Karawang Terendam Banjir Rob

📅 Senin, 16 Des 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampai Kapan Ini Surutnya, Ratusan Rumah di Pesisir Utara Karawang Terendam Banjir Rob Doc: ANTARA/Ali Khumaini
Ket. Banjir rob di pesisir utara Karawang.

Karawang - Ratusan rumah dan sejumlah tambak ikan milik warga terendam banjir menyusul terjadinya banjir rob di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Banjir rob sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir, bahkan hingga kini masih menggenangi rumah warga," kata Bisri Mustopa, Kepala Desa Sedari Kecamatan Cibuaya, saat dihubungi di Karawang, Minggu.

Bisri mengatakan bahwa banjir rob yang terjadi akibat pasang air laut itu melanda tiga dusun di desanya dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter.

Sesuai dengan pendataan, banjir yang mulai terjadi sejak Jumat (13/12) merendam ratusan rumah warga, fasilitas umum dan sejumlah tambak ikan.

Di Dusun Tirtasari tercatat 150 rumah yang dihuni 200 keluarga yang terendam banji rob. Selain itu, banjir rob juga merendam 215 rumah yang dihuni sekitar 300 keluarga di Dusun Karangsari, dan sebanyak 157 rumah yang terendam banjir rob di Dusun Tanjungsari.

"Banjir rob juga merendam musala, jalan raya dan sekitar 1.000 hektare tambak ikan milik warga," katanya.

Pada hari Minggu ini, kata dia, banjir rob masih terjadi. Oleh karena itu, pihaknya bergotong royong bersama warga membuat tanggul di sepanjang pesisir pantai guna mencegah banjir rob lebih parah.

"Banjir rob terjadi akibat fenomena pasang air laut yang tinggi," ujarnya.

Selain di Desa Sedari Kecamatan Cibuaya, banjir rob juga dilaporkan terjadi di wilayah pesisir utara lainnya, yakni di Desa Tambaksari Kecamatan Tirtajaya Karawang.

Selain merendam ratusan rumah warga, banjir rob di Desa Tambaksari juga menggenangi jalan raya serta ratusan hektare tambak ikan bandeng milik warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.