Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

X Perkenalkan Generator Gambar Aurora yang Terintegrasi dengan Grok

📅 Minggu, 15 Des 2024, 10:53 WIB | Oleh:
X Perkenalkan Generator Gambar Aurora yang Terintegrasi dengan Grok Doc: indian express

Jaringan sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter dan kini dimiliki oleh Elon Musk, telah meluncurkan generator gambar baru bernama Aurora. Alat ini terintegrasi dengan asisten AI X bernama Grok dan diluncurkan pada hari Sabtu. Namun, tidak lama setelah diperkenalkan, beberapa pengguna melaporkan bahwa fitur ini menghilang dari aplikasi mereka.

Aurora dapat diakses melalui tab Grok di aplikasi seluler maupun situs web X. Generator gambar ini menarik perhatian karena kemampuannya menciptakan berbagai ilustrasi, termasuk tokoh publik dan karakter yang dilindungi hak cipta seperti Mickey Mouse, tanpa pembatasan signifikan. Meski demikian, Aurora tidak mendukung pembuatan konten eksplisit, meskipun tetap memungkinkan pembuatan gambar grafis tertentu, seperti ilustrasi Donald Trump yang berdarah.

Dilansir dari TechCrunch, hingga saat ini, detail mengenai pengembangan Aurora masih minim. Startup kecerdasan buatan milik Musk, xAI, yang bertanggung jawab atas pengembangan Grok dan fitur AI lainnya di X, telah mengumumkan keberadaan Aurora melalui media sosial. Namun, tidak ada konfirmasi apakah alat ini sepenuhnya dikembangkan dari awal atau didasarkan pada teknologi yang sudah ada. Beberapa karyawan xAI mengklaim keterlibatan mereka dalam penyempurnaan Aurora, tetapi informasi lebih lanjut tentang asal-usul alat ini masih belum tersedia.

Aurora menunjukkan kemampuan canggih dalam menghasilkan gambar fotorealistis, khususnya untuk lanskap dan objek mati. Namun, alat ini masih menghadapi tantangan yang umum ditemui dalam teknologi generator gambar berbasis AI, seperti kesalahan dalam menggambarkan objek kompleks, termasuk tangan dan bentuk tertentu yang sering kali tampak terdistorsi.

Peluncuran Aurora juga bersamaan dengan keputusan X untuk memberikan akses gratis kepada pengguna terhadap Grok. Sebelumnya, Grok terkunci di balik langganan Premium X seharga 8 dolar AS per bulan. Kini, pengguna dapat mengirim hingga 10 pesan setiap dua jam dan menghasilkan hingga tiga gambar setiap hari. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan adopsi teknologi AI di bawah ekosistem X. Selain itu, xAI dilaporkan sedang mengembangkan aplikasi mandiri untuk Grok, dengan rencana merilis model generasi baru dalam waktu dekat.

Di tengah inovasi ini, X dan Aurora tidak terlepas dari tantangan. Kemampuan alat ini untuk menghasilkan gambar tokoh publik dan karakter berhak cipta menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi pelanggaran hak kekayaan intelektual. Selain itu, meskipun Aurora menghindari konten eksplisit, fleksibilitas dalam menciptakan gambar grafis tertentu memicu perdebatan etika terkait penggunaan teknologi AI.

Elon Musk dan timnya tampaknya berusaha menjadikan X sebagai pusat inovasi teknologi berbasis AI yang dapat bersaing di pasar global. Dengan dukungan xAI, yang baru-baru ini menutup putaran pendanaan senilai 6 miliar dolar AS, langkah ini menunjukkan ambisi besar untuk menjadikan AI sebagai inti dari transformasi X.

Meski demikian, keberhasilan Aurora akan bergantung pada kemampuan X untuk menyempurnakan teknologinya dan mengatasi berbagai kritik yang muncul, baik dari aspek teknis maupun hukum. Seiring berjalannya waktu, respons dari pengguna, komunitas teknologi, dan regulator akan menjadi faktor penentu apakah inovasi ini mampu memperkuat posisi X sebagai pemimpin dalam industri AI global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.