Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Tidak Banyak Jatuh Korban, Letusan Gunung Berapi Kanlaon Paksa 45.000 Warga Mengungsi di Filipina

📅 Sabtu, 14 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Tidak Banyak Jatuh Korban, Letusan Gunung Berapi Kanlaon Paksa 45.000 Warga Mengungsi di Filipina Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Setidaknya 45.000 warga terpaksa mengungsi di Pulau Negros, Filipina, akibat letusan Gunung Kanlaon, salah satu letusan gunung api terkuat dalam beberapa tahun terakhir.

Ankara - Setidaknya 45.000 warga terpaksa mengungsi di Pulau Negros, Filipina, akibat letusan Gunung Kanlaon, salah satu letusan gunung api terkuat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataannya, Presiden Ferdinand Marcos Jr mengatakan pemerintah menargetkan evakuasi sekitar 84.000 orang dari zona bahaya sejauh enam kilometer (3,7 mil).

Gunung Kanlaon meletus, Senin (9/12), untuk kedua kalinya pada tahun ini, memuntahkan abu panas dan gas hingga mencapai ketinggian 3 kilometer (1,8 mil) ke udara dan memaksa warga mencari tempat berlindung.

Sehari sebelumnya, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina melaporkan bahwa Gunung Kanlaon telah memuntahkan abu sebanyak 13 kali pada Kamis (12/12).

Presiden Marcos Jr menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama, dan semua lembaga terkait telah siap untuk membantu masyarakat di Pulau Negros.

Ia juga memerintahkan Angkatan Bersenjata Filipina, Kepolisian Nasional, dan Biro Pemadam Kebakaran di Negros untuk bersiaga penuh.

Pada Selasa (10/12), Dewan Pengurangan dan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) mengimbau semua warga yang tinggal dalam radius 10 kilometer (6,2 mil) dari gunung berapi itu, untuk segera mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Gunung tersebut meletus selama hampir empat menit pada Senin, mengirimkan semburan abu yang mencapai Provinsi Antique, yang terletak lebih dari 200 kilometer (124 mil) melintasi laut dari gunung tersebut.

Filipina terletak di jalur Cincin Api Pasifik, wilayah dengan aktivitas vulkanik dan gempa bumi yang seringkali terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.