Wirausahawan Indikator Penting Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Senin, 09 Des 2024, 02:10 WIBJAKARTAâ Pertumbuhan ekonomi bukan hanya dinilai dari naiknya pendapatan per kapita, tetapi juga dari geliat kewirausahaan yang kian kuat dan meluas. Hal itu karena penyerapan tenaga kerja kewirausahaan lebih banyak sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/12), mengatakan kewirausahaan merupakan indikator penting dari pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
âSudah bukan waktunya menjadi lulusan yang hanya fokus mencari kerja, tapi seharusnya dapat menangkap peluang untuk berwirausaha,â kata Mendag.
Cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju tidak dapat dipisahkan dari berbagai upaya untuk mengembangkan kewirausahaan, sebab negara maju harus memiliki rasio kewirausahaan setidaknya 10 persen.
Sebab itu, bonus demografi yang didukung infrastruktur, sarana prasarana, dan kebijakan yang sesuai dengan arah pembangunan menjadi modal untuk mencapai tujuan tersebut. Instrumen pendidikan pun, jelasnya, berperan penting untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju.
Menanggapi mengenai kewirausahaan, peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan solusi itu sudah lama digaungkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, pebisnis, dan akademisi. Namun sampai saat ini, ternyata susah untuk mencapai target karena tingkat kewirausahaan masih segini-gini saja.
Menurut dia, kalau yang dimaksud pemerintah itu adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memang jumlahnya banyak, tetapi sebagian pedagang mikro dan ultra mikro yang rata-rata berprinsip berdagang hanya untuk makan hari ini dan besok saja.
âTidak ada strategi untuk ekspansi usaha. Apakah ini yang harus didorong?â katanya.
Selain itu, calon entrepreneur biasanya terbentur modal ketika hendak memulai usaha, sebagian besar memulai usaha dengan modal sendiri yang terbatas.

Banyak Kelebihan
Dihubungi terpisah, Guru Besar bidang Ilmu Akuntansi Forensik Sektor Publik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara, mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, RI harus memiliki proporsi pelaku UMKM yang cukup, karena jenis wirausaha itu memiliki karakteristik yang mampu mendongkrak perputaran dan pertumbuhan ekonomi.
âTipikal bisnis UMKM adalah dekat dengan keseharian konsumen (kuliner, jasa urusan rumah tangga, small agribisnis maupun vetpreneur). Sehingga pertumbuhan bisnis lebih cepat dibanding bisnis dengan skala besar. Kelebihan lain dari UMKM adalah agility-nya yang sudah teruji saat krisis moneter maupun saat pandemi. Mereka pulih lebih cepat. Dengan demikian, small bisnis ini berpeluang tinggi dengan risiko yang lebih rendah,â kata Ketua Asosiasi Dosen Akuntansi Sektor Publik (APSAE) itu.
Di Negara-negara maju, jumlah pelaku wirausaha ini sudah berkisar 3 sampai 4 persen. Bahkan seperti di Amerika sudah lebih dari 10 persen. Oleh sebab itu, keberadaannya cukup signifikan mendongkrak perekonomian mereka.
Di negara-negara maju, antara pelaku usaha dengan bisnis besar punya kesempatan berkembang lebih luas sangat terbuka. Pemerintah juga diimbau mendorong pengusaha UMKM untuk masuk ke sektor riil supaya tercipta lapangan kerja lebih luas.
âDari sisi permodalan, banyak yang masih kurang bankable, ini juga perlu dijembatani,â pungkasnya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Antisipasi Tawuran dengan Meningkatkan Patroli di Wilayah Jatinegara
-
Ekonom: Industri Game Indonesia Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
-
Ekonomi Jakarta Nyaris Capai 6 Persen
-
Investasi Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Pastikan Lolos ke Grand Final Setelah Libas Garuda Jaya
-
Cedera Gnabry Jadi Pukulan Bayern di Tengah Perburuan Treble Winners
-
Kampanyekan Nabung Saham pada 4.000 Karyawan Jamu Ternama di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.