Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jakut Ajak Pelajar Jalani Pola Hidup Sehat

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 22:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Jakut Ajak Pelajar Jalani Pola Hidup Sehat Doc: ANTARA/HO-Pemkot Jakut
Ket. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dr Lysbeth Regina Pandjaitan.

Jakarta - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara mengajak pelajar senantiasa menjalani pola hidup sehat untuk mencegah penyakit diabetes mengingat trennya mengalami kenaikan di kalangan remaja.

"Berdasarkan survei terjadi peningkatan 70 kali lipat anak-anak sekolah usia 10-14 tahun yang menderita penyakit diabetes," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dr Lysbeth Regina Pandjaitan di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan angka anak yang terjangkit penyakit diabetes yang semula dari 0,023 persen saja kini menjadi 2 persen.

Menurut dr Lysbeth satu upaya yang dilakukan adalah mengajarkan pola hidup CERDIK yaitu cek kesehatan secara rutin, lenyapkan asap rokok, rajin olahraga, diet yang seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres dengan baik.

"Kami gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pelajar agar dapat mencegah penyakit diabetes," kata dia.

Selain itu dalam puncak Peringatan Hari Diabetes Sedunia 2024 Tingkat Kota Jakarta Utara, Pemerintah Kota mengangkat tema "Sejahterakan Hidupmu, Cegah Diabetes Sejak Dini".

Pemkot Jakarta Utara menggelar beragam kegiatan seperti senam dan makan buah bersama, skrining penyakit tidak menular.

Kemudian pemeriksaan mata, seminar kesehatan tentang diabetes dan obesitas, lomba senam kreasi, lomba karya tulis ilmiah, dan lomba edukator kesehatan tingkat SLTP dan SMA.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan melalui pola hidup sehat seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat.

Ia mengatakan Peringatan Hari Diabetes Dunia di Jakarta Utara ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat khususnya pelajar dan remaja.

Menurut dia diperlukannya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mencegah dan mengendalikan diabetes dan komplikasinya.

"Kami ingin anak-anak ini tidak menjadi generasi lemas tetapi sebagai generasi emas 2045 dan ini patut menjadi perhatian kita semua," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.