Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OpenAI Hadapi Gugatan Miliaran Dolar dari Media Kanada

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 13:25 WIB | Oleh:
OpenAI Hadapi Gugatan Miliaran Dolar dari Media Kanada Doc: Reuters
Ket. OpenAI

Koalisi media terbesar di Kanada menggugat OpenAI, perusahaan pengembang chatbot berbasis kecerdasan buatan, ChatGPT. Gugatan ini menuduh OpenAI secara ilegal menggunakan artikel berita untuk melatih perangkat lunaknya. 

Dilansir dari BBC, koalisi ini mencakup organisasi berita ternama seperti Toronto Star, Metroland Media, Postmedia, The Globe and Mail, The Canadian Press, dan CBC. Gugatan tersebut disebut-sebut menjadi yang pertama dari jenisnya di Kanada.

"Jurnalisme adalah untuk kepentingan publik. Namun, penggunaan karya jurnalistik oleh OpenAI demi keuntungan komersial mereka adalah tindakan ilegal," tegas koalisi media dalam pernyataan bersama. 

Mereka menuntut ganti rugi senilai 20.000 dolar Kanada per artikel yang diduga digunakan tanpa izin. Jika tuntutan ini dikabulkan, total kompensasi yang harus dibayar OpenAI bisa mencapai miliaran dolar.

Di sisi lain, OpenAI menegaskan bahwa pelatihan model mereka dilakukan menggunakan data yang tersedia untuk publik. Dalam pernyataan resminya kepada BBC, perusahaan menyebut pendekatan ini "berdasarkan prinsip fair use dan hak cipta internasional yang mendukung inovasi serta keadilan bagi para kreator." 

OpenAI juga mengklaim telah menjalin kolaborasi dengan penerbit berita, termasuk menyediakan atribusi, tautan konten, serta opsi bagi penerbit untuk keluar dari sistem jika mereka menginginkannya.

Namun, gugatan setebal 84 halaman itu menuduh OpenAI melanggar batasan seperti paywall dan klaim hak cipta yang dirancang untuk mencegah penggunaan konten tanpa izin. 

"OpenAI secara rutin melanggar hak cipta dan ketentuan penggunaan daring dengan mengambil konten dalam jumlah besar dari media Kanada untuk mengembangkan produknya seperti ChatGPT," demikian isi gugatan tersebut.

Selain meminta kompensasi finansial, koalisi media ini juga menuntut perintah pengadilan agar OpenAI berhenti menggunakan artikel mereka di masa mendatang dan berbagi keuntungan yang telah diperoleh dari penggunaan konten tersebut. 

Gugatan ini, meskipun menjadi yang pertama di Kanada, mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan di Amerika Serikat oleh New York Times dan penerbit lainnya. Pada bulan April, pengacara untuk New York Times menuduh OpenAI menghapus bukti penting yang diperlukan untuk persidangan.

Tidak hanya penerbit, para penulis juga mengambil tindakan hukum terhadap OpenAI. Kelompok penulis terkenal, termasuk John Grisham, bergabung dengan Authors Guild untuk mengajukan tuntutan hak cipta terhadap perusahaan tersebut.

Di tengah kontroversi ini, OpenAI baru-baru ini dilaporkan oleh Wall Street Journal memiliki valuasi sebesar 219 miliar dolar Kanada setelah putaran pendanaan terbaru. Dengan nilai perusahaan yang sangat besar, kasus ini menjadi ujian besar bagi hubungan antara teknologi kecerdasan buatan dan pelaku industri media serta hak cipta.

Koalisi media Kanada berharap gugatan ini menjadi langkah awal dalam melindungi hasil karya jurnalistik dari eksploitasi teknologi yang tidak bertanggung jawab. Di era digital yang terus berkembang, persaingan antara pelaku teknologi dan industri media tampaknya akan terus menjadi perdebatan yang sengit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.