Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Alasan Timnas Latihan dengan Intensitas Tinggi

📅 Kamis, 05 Des 2024, 18:52 WIB | Oleh:
Ini Alasan Timnas Latihan dengan Intensitas Tinggi Doc: ANTARA/NYOMAN HENDRA WIBOWO
Ket. Pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan untuk persiapan Piala AFF 2024 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Jumat (29/11).

JAKARTA - Pelatih fisik timnas Indonesia Shin Sang-gyu menjelaskan alasan mengapa para penggawa timnas menjalani pola latihan fisik dengan intensitas tinggi selama pemusatan latihan di Bali menjelang Piala AFF 2024 atau Kejuaraan ASEAN 2024.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk meningkatkan tingkat kebugaran penggawa Garuda yang diisi skuad U-22 agar nantinya di Kejuaraan ASEAN, fisik mereka mampu menandingi para pemain-pemain senior berpengalaman dari negara lain.

"Masih ada waktu yang cukup untuk pertandingan pertama lawan Mynamar tapi tetap saja kita perlu menghabiskan waktu dengan baik dan itu sebabnya kami memasang intensitas dalam tiga hari terakhir," jelas Shin melalui unggahan video Instagram timnas Indonesia, dikutip Kamis.

"Mungkin berat bagi pemain, mereka punya DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness) otot pegal dan kelelahan tapi cepat atau lambat mereka akan beradaptasi dengan kelelahan ini, kemudian segara setelah mereka pulih dan tingkat kebugaran mereka, anda tahu akan jauh lebih baik dari sebelumnya," tambah dia.

Di Kejuaraan ASEAN 2024, Indonesia tergabung di Grup B bersama Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam. Indonesia akan melakoni pertandingan pertama dengan tandang melawan Myanmar pada Senin (9/12) di Stadion Thuwunna, Yangon.

Shin mengaku untuk mempersiapkan fisik prima para pemain sebelum pertandingan, intensitas latihan fisik yang dijalani berbeda. Menurutnya, dalam kasus seperti ini, para pemain cukup berlatih di gym dengan latihan ringan.

"Seperti dalam satu hari sebelum pertandingan, tetap saja kita bisa melakukan latihan di gym tapi tidak dalam intenstitas tinggi. Hanya sedikit latihan tubuh inti atau latihan tambahan dan ini cukup," kata dia.

Setelah melawan Myanmar, Garuda akan bermain di kandang melawan Laos pada 12 Desember di Stadion Manahan, Solo.

Dua laga selanjutnya adalah tandang melawan Vietnam pada 15 Desember di Stadion Phu Tho provincial dan ditutup melawan Filipina di Manahan pada 21 Desember.

Prestasi terbaik Indonesia di turnamen level Asia Tenggara ini adalah menjadi runner up sebanyak enam kali, yaitu pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.