Kelompok Sipil Berupaya Makzulkan Wapres Duterte

Selasa, 03 Des 2024, 02:50 WIB

MANILA - Sebuah koalisi aktivis di Filipina pada Senin (2/12) mengajukan tuntutan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte dengan menuduhnya telah melakukan korupsi dan pelanggaran.

Pengaduan ini menambah masalah hukum Duterte saat ia menghadapi penyelidikan atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr dan penyelidikan lain atas penggunaan dana pemerintah.

Ket. Foto: Wapres Filipina, Sara Duterte — Sumber: AFP/JAM STA ROSA

Pengaduan pemakzulan yang diajukan oleh aliansi kelompok-kelompok masyarakat sipil ini didukung oleh partai oposisi Akbayan, namun tidak jelas apakah pengaduan ini akan mendapat dukungan dari sepertiga anggota parlemen yang dibutuhkan untuk maju ke sidang Senat.

Meskipun sekutu-sekutu Marcos Jr memegang mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat, ia secara terbuka menyebut upaya-upaya seperti itu hanya membuang-buang waktu.

“Pengaduan tersebut menuntut pemakzulan Duterte dengan alasan pelanggaran berat terhadap konstitusi, korupsi dan korupsi, penyuapan, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, dan kejahatan-kejahatan besar lainnya,” ungkap Akbayan dalam sebuah pernyataan.

Salah satu pengadu, aktivis Teresita Quintos Deles, bahkan secara lantang menuduh Duterte telah menghina supremasi hukum.

“Wakil presiden telah mereduksi jabatan publik menjadi sebuah platform untuk retorika kekerasan, pengayaan pribadi, hak elitis, dan perisai untuk kekebalan hukum,” kata dia.

Hingga berita ini ditulis pada Senin malam, Wapres Duterte belum mau menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Penyelidikan Lain

Wapres Sara Duterte adalah putri dari mantan presiden Rodrigo Duterte yang berhasil naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2022 dalam sebuah aliansi dengan Marcos Jr yang secara spektakuler runtuh menjelang pemilihan umum sela tahun depan.

Duterte pada Jumat (29/11) lalu tidak hadir dalam pertemuan dengan para penyelidik pemerintah setelah dicap sebagai “dalang yang mengaku sendiri” dari sebuah plot untuk membunuh Presiden  Marcos Jr.

Dia dipanggil setelah sebuah konferensi pers di mana dia mengaku telah menyuruh seseorang untuk membunuh presiden jika ada ancaman terhadap nyawanya. Dia kemudian mengatakan bahwa komentar tersebut disalahartikan.

Selain itu Wapres Duterte juga sedang menghadapi penyelidikan di Dewan Perwakilan Rakyat, yang dipimpin oleh sepupu Marcos, Martin Romualdez, atas dugaan penyalahgunaan jutaan dollar dana pemerintah yang diduga diselewengkan saat ia masih menjabat sebagai menteri pendidikan. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.