Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beijing Protes Keras atas Kunjungan Pemimpin Taiwan ke Hawaii

📅 Senin, 02 Des 2024, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beijing Protes Keras atas Kunjungan Pemimpin Taiwan ke Hawaii Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (2/12/2024).

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan penolakan pemerintah Tiongkok atas kunjungan pemimpin Taiwan Lai Ching-te ke Hawaii dan komunikasinya dengan mantan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi.

"China dengan tegas menentang segala bentuk interaksi resmi antara AS dan Taiwan, dan dengan tegas menolak segala bentuk tindakan AS untuk membantu atau mendukung separatis 'kemerdekaan Taiwan' dan kegiatan separatis mereka," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi melakukan panggilan telepon selama sekitar 20 menit dengan pemimpin Taiwan Lai Ching-te pada Minggu (1/12) dan menyampaikan dukungannya bagi Taiwan untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional.

Panggilan telepon itu dilakukan saat Lai berada di Hawaii selama dua malam. Setelah Hawaii, Lai akan mengunjungi sekutu Taiwan, yaitu Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan Palau yaitu tiga negara di kepulauan Pasifik di antara 12 sekutu Taiwan dan di antaranya juga akan singgah selama satu malam di wilayah AS, Guam.

Juru bicara Lai, Karen Kuo menyebut bahwa Pelosi menyambut kedatangan Lai ke AS dan mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam pemilihan presiden 2024 pada Januari dan dukungan terhadap Taiwan dalam organisasi-organisasi internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Masalah Taiwan merupakan inti dari kepentingan inti China dan garis merah yang tidak dapat dilanggar dalam hubungan China-AS. Kami mendesak AS untuk memperhatikan sepenuhnya separatis Lai Ching-te dan otoritas DPP," ungkap Lin Jian.

Apalagi Lai dan Pelosi juga disebut membahas isu-isu termasuk industri semikonduktor, kecerdasan buatan, dan ancaman tindakan militer China terhadap Taiwan.

"Kami meminta AS memahami sepenuhnya kerusakan parah dari aktivitas separatis 'kemerdekaan Taiwan' terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, sepenuhnya mematuhi prinsip 'Satu-China' dan tiga komunike bersama China-AS, berhenti mencampuri urusan yang terkait dengan Taiwan, yang merupakan urusan dalam negeri China dan berhenti membantu dan bersekongkol dengan pasukan separatis 'kemerdekaan Taiwan'," tambah Lin Jian.

Pelosi diketahui sempat mengunjungi Taiwan pada 2-3 Agustus 2022 untuk bertemu pemimpin Taiwan saat itu Tsai Ing-wen, sekaligus menjadikannya sebagai pejabat AS dengan pangkat tertinggi yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun.

Kunjungan tersebut memicu Beijing meluncurkan latihan militer besar-besaran selama sepekan di sekitar Taiwan dengan mensimulasikan blokade.

China pun dengan tegas mengutuk pengaturan AS untuk menjadi "persinggahan" Lai Ching-te dan telah mengajukan protes serius kepada AS.

"China dengan tegas menentang perjalanan pemimpin otoritas Taiwan ke AS dengan nama atau dalih apa pun, dan dengan tegas menentang segala bentuk kerja sama atau dukungan AS terhadap separatis 'kemerdekaan Taiwan' dan kegiatan separatis mereka," ungkapnya.

Lai pun dilaporkan sudah bertemu dengan Gubernur negara bagian Hawaii, Josh Green, anggota Kongres AS, pejabat dari kedutaan besar AS di Taiwan dan lainnya.

Apalagi pada Jumat (29/11), Amerika Serikat sudah menyetujui usulan penjualan suku cadang untuk F-16 dan sistem radar, serta peralatan komunikasi, ke Taiwan, dalam kesepakatan yang bernilai total 385 juta dolar AS sehingga mempertahankan posisi ambiguitas terhadap Taiwan dan China.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.