KPU Sebut Tingkat Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024 Turun
Sabtu, 30 Nov 2024, 02:14 WIBJAKARTA - Anggota KPU August Mellaz mengatakan bahÂwa pihaknya siap melakukan evaluasi menyeluruh atas Pilkada serentak 2024 karena tingkat partisipasi pemilih dianggap lebih rendah daripada Pemilu 2024.
âSebenarnya gini, teman-teman, proses evaluasi pasti akan tetap kita lakukan,â kata August dalam jumpa pers terkait perkembangan pelaksanaÂan Pilkada serentak 2024, di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (29/12).
Dia menegaskan saat ini KPU masih fokus memantau rekapitulasi penghitungan suaÂra pilkada oleh KPU Daerah.
âSaat ini tentu kita masih membutuhkan waktu karena jajaran kami di tingkat provinsi dan kabupaten/kota itu sedang melakukan tahapan rekapitulasi. Jadi, fokusnya masih di sana,â ujarnya.
Ia mengaku KPU sekilas melihat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 di bawah 70 persen.
Menurutnya, angka seperÂti itu masih dikategorikan normal. âKemudian memang kalau kita lihat sekilas ya, dari gambaran secara umum, ya kurang lebih di bawah 70 perÂsen. Secara nasional rata-rata. Meskipun rata-rata nasional biasanya kalau dalam konteks pilkada dibanÂdingkan pilpres, pileg atau pemilu nasional itu biasanya di bawah,â jelas August.
Lebih lanjut, dia memastikan KPU siap melakukan evaÂluasi terkait partisipasi pemilih yang dianggap menurun pada Pilkada serentak 2024.
âApakah misalnya alasan lokasi TPS dan sebagainya, sebenarnya ya itu mungkin akan jadi bagian-bagian dari evaluaÂsi. Tapi secara prinsip gini, kalau di pemilu nasional lalu 800 ribuan TPS, 800 ribu lebih dengan jumlah maksimal pemilunya 300 orang. Di pilkada memang 600 orang jika ada pemadatan, setengah dari jumlah yang ada. Tapi sebenarnya itu tidak akan terlalu berdampak ke soal TPS,â pungkasnya.
Partisipasi pemilih pada pilkada di sejumlah daerah disebut mengalami penurunan ketimbang Pemilu 2024. Hal itu juga terjadi di Jakarta.
Lembaga survei Charta Politika misalnya mencatat penurunan partisipasi pemilih di Pilkada Jakarta 2024 hanya 58 persen. Sementara Pilkada DKI 2017 berada di atas 70 persen.
KPU DKI Jakarta mengakui penurunan partisipasi pemilih yang mengalami penurunan meski masih menunggu data secara detail.
Panduan sengketa
Sementara itu, Anggota KPU RI Iffa Rosita menyiapkan panduan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHP) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang akan menjadi materi bagi komisioner KPU untuk melakukan rapat koordinasi (rakor).
âDalam waktu dekat, tim kami, tim hukum dan pengÂawasan, akan menerbitkan panduan sengketa PHP, perÂseÂlisihan hasil pemilihan,â ujar Iffa dalam Konferensi Pers Perkembangan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024 yang digelar di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat.
Panduan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan materi bagi komisioner KPU di masing-masing daerah untuk melakukan rapat koordinasi. âRakor penyelesaian sengketa PHP dilaksanakan pada rentang waktu di tanggal 10â15 Desember,â ucap dia.
Rentang waktu tersebut menyesuaikan tahapan rekapitulasi di tingkat provinsi pada tanggal 9 Desember, serta rekapitulasi di tingkat kabupaten dan kota pada tanggal 6 Desember 2024. Ant/and
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.