Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diduga Ada Kecurangan, Bawaslu Sumsel Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di Empat TPS

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diduga Ada Kecurangan, Bawaslu Sumsel Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di Empat TPS Doc: ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Ket. Warga sedang mencoblos di TPS 14 Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (27/11/2024).

Palembang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan merekomendasikan KPU untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di lima tempat pemungutan suara (TPS).

Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel Kurniawan di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan terdapat empat TPS terindikasi dugaan kecurangan.

"Untuk saat ini, kami merekomendasikan KPU untuk menggelar PSU di empat TPS," katanya.

Dari keempat TPS yang direkomendasikan tersebut, di antaranya tiga TPS di Kota Palembang, yaitu TPS 15 Kelurahan Kebun Bunga, TPS 25 Kelurahan Lebung Gajah, dan TPS 35 Kelurahan 5 Ulu. Selain itu, TPS 5 Kelurahan Sido Rejo, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kota Pagaralam.

Untuk jenis pelanggaran di TPS 15 Lebung Gajah itu, kata dia, karena pemilih mewakili orang lain, sedangkan di TPS 25 Lebung Gaja pemilih yang bukan terdaftar di TPS tersebut.

Di TPS 35 Lima Ulu, lanjut dia, pemilih menggunakan form C pemberitahuan milik orang lain, kemudian di TPS 5 Sidorejo itu pemilih mewakili orang lain.

"Kami akan menyerahkan rekomendasi ini paling lambat besok karena waktu pelaksanaan PSU itu paling lama 10 hari setelah pemungutan suara,” jelasnya.

Kurniawan mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan masih ada potensi pelaksanaan PSU.

"Ada kemungkinan potensi pelaksanaan PSU ini akan bertambah," kata dia.

Pilkada Sumsel 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu pasangan Herman Deru-Cik Ujang (HDCU) yang didukung oleh enam partai politik, yakni Partai NasDem, Partai Demokrat, PKS, Perindo, PBB, dan PSI.

Pasangan calon berikutnya, pasangan Eddy Santana Putra-Rizky Aprilia (E-RA) yang didukung PDI Perjuangan, kemudian pasangan Mawardi Yahya-R.A. Anita Noeringhati (Matahati) yang didukung parpol mayoritas pendukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dimotori Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PPP, PKN, PKB, Hanura, Gelora, Garuda, dan Prima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.