Atasi Stunting, Peneliti BRIN Kembangkan Produk Pangan Lokal

Kamis, 28 Nov 2024, 09:15 WIB

JAKARTA - Para peneliti di Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan produk pangan lokal untuk mengatasi stunting.

“Mengembangkan produk pangan lokal sangat penting dalam mengatasi stunting karena dapat memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di daerah,” kata Kepala PRTPP BRIN Satriyo Krido Wahono saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Siswa SD menikmati makan bergizi gratis di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (21/11/2024). — Sumber: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu

Satriyo menuturkan selain membiasakan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi makanan berbasis komoditas setempat, penggunaan pangan lokal juga dapat meningkatkan nilai tambah dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Menurut dia, penggunaan dan konsumsi pangan lokal juga secara tidak langsung dapat mengurangi pangan impor.

PRTPP BRIN telah mengembangkan beragam produk pangan lokal, baik dari nabati, hewani dan sumber daya laut.

Jika terkait dengan penanganan stunting, secara garis besar makanan tersebut kaya akan protein khususnya protein berbasis hewani.

Selain itu, makanan tersebut akan lebih baik jika mengandung mineral tertentu yang dapat berfungsi meningkatkan daya serap gizi dalam tubuh seperti zat besi (Fe), seng (Zn), dan kalsium (Ca).

Salah satu contoh produk pangan yang diciptakan BRIN adalah biskuit Moringa yang terbuat dari daun kelor dan diperkaya dengan vitamin dan mineral, dan Purula atau Peptida Unggul Rumput Laut.

Purula merupakan makanan fungsional berupa flake tabur yang dapat membantu mencegah anemia, salah satu penyebab stunting.

Sebelumnya, Indonesia berhasil menurunkan angka stunting atau terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan balita sebesar 9,63 persen selama lima tahun ke belakang (2018-2023).

Pemerintah Indonesia telah menetapkan enam tujuan yang menjadi target dalam percepatan penurunan stunting, salah satunya menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat sebanyak 48,39 persen atau 4,2 juta keluarga dari 8,6 juta keluarga berisiko stunting (KRS) di Indonesia telah mendapat pendampingan hingga pertengahan tahun 2024.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.