Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Ini yang Dilakukan Dua Kementerian untuk Majukan Ekonomi Daerah Transmigrasi

1 Selasa, 26 Nov 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Dua Kementerian untuk Majukan Ekonomi Daerah Transmigrasi Ini yang Dilakukan Dua Kementerian untuk Majukan Ekonomi Daerah Transmigrasi Doc: ANTARA/HO-Kemenkop
Ket. Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman.

Jakarta - Kementerian Koperasi bersama Kementerian Transmigrasi siap berkolaborasi mengembangkan ekonomi di kawasan transmigrasi, yang dinilai relatif tertinggal dan sulit berkembang karena berbagai keterbatasan.

Saat melakukan pertemuan dengan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman di kantornya di Jakarta, Senin, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan salah satu opsi untuk mengembangkan kawasan transmigrasi adalah dengan membangun koperasi.

Budi Arie menilai koperasi bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi, yang mayoritas penduduknya petani. Melalui berbagai pelatihan dan program yang disediakan koperasi, produktivitas petani bisa meningkat dan mendukung program swasembada pangan pemerintah.

"Kalau bisa di kawasan transmigrasi, terbentuk badan usaha yaitu koperasi. Ketika nanti sudah berbadan usaha koperasi, kami di Kementerian Koperasi memungkinkan untuk berkolaborasi. Koperasi pemasaran di daerah-daerah transmigrasi itu saya rasa perlu (dibangun)," katanya dikutip dari rilis pers kementerian.

Berdasarkan data Kementerian Transmigrasi, terdapat sekitar 2,1 juta keluarga transmigran yang tersebar di 153 kawasan. Setiap keluarga rata-rata memiliki lahan seluas dua hektare yang dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

Menurut Budi Arie, keberadaan koperasi di kawasan transmigrasi juga akan sangat membantu para petani untuk lebih memudahkan pemasaran produknya. Selain itu, koperasi juga dapat menjadi pembeli tetap atau offtaker dari komoditas unggulan di setiap wilayah transmigrasi.

Manfaat lain yang bisa diperoleh oleh koperasi di kawasan transmigrasi juga kemudahan dalam mengakses pembiayaan untuk modal kerja koperasi. Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM menyatakan siap memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi terutama di kawasan transmigrasi apabila dibutuhkan.

Sementara itu, Iftitah Sulaiman membenarkan bahwa salah satu kendala utama yang dialami oleh para transmigran adalah kesulitan dalam memasarkan produk seperti produk pertanian.

Oleh sebab itu, agar para transmigran tidak kesulitan menjual hasil panennya, terutama saat panen raya, keberadaan offtaker yang siap menyerap semua produk pertanian sangat diperlukan.

"Kemarin kami ke Papua, kami banyak mendengar bahwa banyak persoalan terutama di beberapa kawasan transmigrasi, mereka kesulitan untuk memasarkan produknya. Saat kami ke Merauke, kawasan transmigrasi, ternyata persoalannya juga sama," kata Iftitah.

Iftitah menilai salah satu offtaker yang paling tepat untuk menjembatani permasalahan di kawasan transmigrasi adalah koperasi. Dia berharap rencana strategis untuk melakukan kolaborasi antara Kemenkop dan Kementrans dapat terealisasi sehingga dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
600 Ton Beras SPHP Dioplos,...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.