Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandara Soekarno-Hatta Simulasi Penanganan Kedaruratan Jelang Natal dan Tahun Baru 2024/2025

📅 Selasa, 26 Nov 2024, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bandara Soekarno-Hatta Simulasi Penanganan Kedaruratan Jelang Natal dan Tahun Baru 2024/2025 Doc: antara foto
Ket. Simulasi antisipasi kedaruratan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

TANGERANG - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku operator utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, melakukan sejumlah persiapan penanganan dan antisipasi terjadinya kedaruratan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana dalam keterangan tertulis diterima di Tangerang, Selasa (26/11), menyampaikan latihan dan simulasi dirancang untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi ancaman di lingkungan bandara.

Latihan sekaligus mengidentifikasi kelemahan yang mungkin ada dalam prosedur keamanan saat ini. “Latihan terpadu ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjamin keamanan dan keselamatan operasional di Bandara Soekarno-Hatta, khususnya menjelang puncak arus pergerakan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Kerja sama dengan Pusziad TNI AD, menurut dia, sangat penting untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi potensi ancaman. Kolaborasi ini juga menjadi bentuk sinergi yang nyata antara bandara dan aparat keamanan

Ia menyebutkan, kesiapan pengamanan periode Nataru itu merupakan kolaborasi strategis antara Aviation Security Bandara Soekarno-Hatta dengan Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Pusziad) dan berbagai instansi terkait.

Dengan harapan, dalam simulasi tersebut dapat membantu mengenali kekurangan dan kebutuhan operasional, memperkenalkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan, serta memastikan seluruh sistem dan peralatan dapat berfungsi secara andal dalam situasi darurat.

"Sebanyak 229 personel terlibat dalam latihan ini, terdiri dari 46 personel Pusziad, 29 personel Zeni Jihandak, 49 personel Zeni Nubika, 65 personel Aviation Security, 10 personel BBKK (Badan Bantuan Kesehatan Khusus), 20 personel ARFFS (Aircraft Rescue and Fire Fighting Service), serta 10 personel dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan dalam skenario yang dijalankan, dilaporkan satu korban meninggal dunia yang dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, dua korban tidak sadarkan diri, 27 korban lainnya masih dalam penanganan oleh tim medis BBKK, serta seorang terduga pelaku berhasil diamankan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

"Latihan ini tidak hanya menguji kesiapan kami dalam menangani ancaman darurat, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat kerja sama lintas instansi. Kami percaya, dengan dukungan dari Pusziad dan instansi lainnya, Bandara Soekarno-Hatta dapat terus meningkatkan tingkat keandalan keamanan demi kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa," ucapnya.

Bandara Soekarno-Hatta terus meningkatkan upaya pengamanan dengan beragam simulasi dan latihan lainnya untuk memastikan keamanan tetap menjadi prioritas utama.

Dalam menghadapi periode Nataru, bandara juga mempersiapkan langkah-langkah antisipasi tambahan guna memastikan kelancaran operasional dan kenyamanan bagi seluruh penumpang serta pengguna jasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.