Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Pemerintah untuk Menghadapi Bencana Sosial Judi Online

📅 Sabtu, 23 Nov 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemerintah untuk Menghadapi Bencana Sosial Judi Online Doc: ANTARA/HO-Kemenko PM
Ket. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan komunitas perlu diperkuat karena perannya yang penting dalam menjaga kesehatan mental masyarakat.

"Akses kesehatan mental berbasis komunitas jadi salah satu komponen yang perlu kita perkuat. Semakin banyak edukasi dan kemudahan akses layanan bantuan, maka masyarakat juga semakin berdaya melawan judi online yang telah jadi bencana sosial ini," ujar Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakannya saat audiensi dengan jajaran Rumah Sakit Marzoeki Mahdi.

Menurut dia, masyarakat perlu berperan mengingatkan dan memberi dukungan agar anggota keluarga atau teman yang terjerat dapat segera diintervensi dan mendapat bantuan.

"Banyak orang tidak sadar sudah kecanduan. Ini perlu peran masyarakat untuk saling mengingatkan dan memberi dukungan agar anggota keluarga atau teman yang terjerat dapat segera diintervensi dan mendapat bantuan," kata Muhaimin Iskandar.

Hal ini termasuk langkah mitigasi dalam penanganan bencana sosial judi online yang tengah dihadapi masyarakat.

Menurut dia, langkah ini penting mengingat situasi pecandu judi online yang menjadi lebih rumit kala mereka berusaha menutup kekalahan lewat pinjaman online hingga hutang terus menumpuk.

Selain merusak siklus kesejahteraan sosial, tidak jarang yang berakhir dengan depresi dan bunuh diri.

"Mental korban kecanduan judi online semakin hancur jika tidak segera diintervensi. Semakin lama, masalahnya semakin sulit diselesaikan, hubungan dengan sekitar merenggang, hutang semakin besar, bahkan bisa berakhir dengan depresi dan bunuh diri," tambah Muhaimin Iskandar.

Sementara Dirut RS Marzoeki Mahdi, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp. KJ, menjelaskan masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan cukup edukasi terkait kecanduan yang dapat berujung depresi.

Padahal, masalah mental yang dialami sangat mungkin ditangani sebelum terlambat.

Hal itu tergambar dari data Survei Kesehatan Nasional 2023. Dari total sekitar 2,9 juta orang berusia 15 tahun ke atas yang memiliki gejala depresi, hanya sekitar 12,7 persen yang rutin berobat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.